FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Banjir di Jember Jebolkan Tembok Dua Pesantren, Santri Diungsikan

Peristiwa     Dibaca : 134 kali Penulis:
Banjir di Jember Jebolkan Tembok Dua Pesantren, Santri Diungsikan
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/
Foto : Dampak Banjir yang menjebol tembok dua Ponpes di Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Jember

JEMBER, FaktualNews.co – Banjir di aliran Sungai Kali Tapen wilayah Dusun Klatakan, Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember juga berdampak pada dua Pondok Pesantren di wilayah Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari.

Dua pondok pesantren (ponpes) tersebut yakni, Ponpes MHI (Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah) dan Ponpes Ar Rosyid.

Dari informasi yang disampaikan Koordinator TRC BPBD Jember Sukirno, tembok dua ponpes tersebut jebol karena terjangan banjir. Beruntung para santri dan santriwati dapat dievakuasi pasca kejadian tersebut.

“Akibat dampak banjir di aliran sungai Kali Tapen, pada tahun ini juga kembali menjebol tembok Ponpes Ar Rosyid dan Ponpes MHI. Karena memang posisi tembok itu mepet dengan aliran sungai, juga posisi aliran air sungai ada belokan. Jadi jika banjir pasti menerjang tembok itu,” kata Sukirno saat dikonfirmasi di lokasi banjir, Jumat (19/11/2021).

Ia menjelaskan, di Pesantren Ar Rosyid, jebolnya tembok cukup lebar yakni lebar 4 meter dan tinggi 3 meter.

“Di Ponpes Ar Rosyid jebolnya kurang lebih lebar 4 meter dan tinggi 3 meter. Sehingga lumpur dan sampah, juga tumpukan bambu masuk ke dalam pondok dan mengotori kamar para santriwati. Ada 8 kamar yang rusak,” kata Sukirno.

Sementara itu di Ponpes MHI, lanjutnya, juga mengalami hal yang sama.

“Tembok antara bangunan pondok dengan sungai juga jebol. Tembok Ponpes MHI jebol (dengan ukuran lebar) 10 meter, dengan tinggi kurang lebih 2 meter. Sehingga kurang lebih 300 santri/santriwati diungsikan ke tempat yang aman untuk sementara,” bebernya.

Selanjutnya dari dampak bencana itu, lanjut sukirno, telah dilakukan proses pembersihan sejak pagi tadi.

“Untuk membersihkan tumpukan sampah, lumpur, dan barongan (tumpukan batang bambu) yang terbawa arus sungai,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid