FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Waspadai Banjir Lahar Semeru, Dilarang Aktivitas Radius 1 Kilo Meter

Peristiwa     Dibaca : 179 kali Penulis:
Waspadai Banjir Lahar Semeru, Dilarang Aktivitas Radius 1 Kilo Meter
FaktualNews.co/Istimewa.
Hasil pengamatan Gunungapi Gunung Semeru.

LUMAJANG, FaktualNews.co – Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Gunung Semeru di Gunung Sawur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, menyebutkan. Telah terdeteksi terjadinya getaran banjir atau lahar hujan terekam 1 kali amplitudo 10 milimeter dengan jangka waktu 900 detik.

“Getaran banjir atau lahar hujan terekam 1 kali dengan amplitudo 10 mm, durasi 900 detik”, hal ini disampaikan petugas Pengamatan Gunungapi Gunung Semeru Liswanto, Sabtu (20/11/2021).

Dijelaskan Liswanto, getaran banjir atau lahar tersebut diikuti adanya letusan sebanyak 59 kali, amplitudo 10-24 milimeter dan terpantau juga waktunya 50-130 detik.

“Kegempaan letusan jumlah 59 kali, amplitudo 10-24 milimeter dengan durasi 50-130 detik”, tutur Liswanto.

Sementara itu pantauan Meteorologi 24 jam terakhir, cuaca cerah angin bertiup lemah ke barat daya dengan suhu udara 20-29 derajat celcius. Visual gunung berketinggian 3676 Mpdl gunung terlihat jelas, terlihat asap kawah bertekanan sedang dengan warna putih dan kelabu.

“Meteorologi cuaca cerah angin bertiup lemah ke arah barat daya, suhu udara 20-29 derajat celcius. Pengamatan visual gunung jelas, asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah,”ucap Liswanto.

Merujuk hasil rekapitulasi pengamatan petugas pemantauan Gunungapi Gunung Semeru. Masyarakat atau pengunjung (wisatawan) tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara –  selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya,” tegas Liswanto.

Peringatan terus disampaikan agar masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

“Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah  jalur awan panas Besuk Kobokan. Mewaspadai ancaman lahar di  alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, “ pungkasnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin