FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Yonzipur 10 Kostrad Latihan Kendaraan Tempur Baru di Sungai Ngotok Mojokerto 

Tiga Matra     Dibaca : 618 kali Penulis:
Yonzipur 10 Kostrad Latihan Kendaraan Tempur Baru di Sungai Ngotok Mojokerto 
FaktualNews.co/Lutfi.
Apel jam pimpinan diatas Kendaraan tempur berupa Amphibious Phonton di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto, Sabtu (12/11/2021). 

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Batalyon Zoni Tempur (Yonzipur) 10 Jaladri Palaka Kostrad latihan kendaraan tempur baru di Sungai Ngotok atau anak Sungai Brantas, Kota Mojokerto.

Kendaraan tempur berupa Amphibious Phonton ini buatan perusahaan Excalibur International asal Ceko yang mendapat lisensi dari General Dynamics European Land Combat Systems. Fungsinya, dipergunakan sebagai salah satu alat penyebrangan kendaraan tempur dan pasukan dalam peperangan.

Terdapat 8 unit kendaraan Amphibious Phonton yang digunakan dalam latihan ini. Jika disambungakan menjadi jembatan sepanjang 100 meter.

Kegiatan latihan ini dipusatkan di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto bukan tanpa alasan. Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad, Brigjen TNI Tjaturputra G Genah mengatakan, terdapat pertimbangan khusus, yakni memasuki tahap latihan taktis dengan arus.

“Ini (Sungai Ngotok) arusnya relatif masih memungkin buat latihan. Termasuk kedalaman, kelebaran dan kareteristik sungai ini yang menjadi pertimbangan khusus,” katanya usai apel jam pimpinan di sungai Ngotok, Sabtu (20/11/2021).

Tujuan dari latihan ini masih dalam tahapan peningkatan kemampuan mengusai kendaraan tersebut dengan metode praktek dan teori.

“Latihan ini memang bertujuan meningkat kemauan dan kemampuan prajurit. Sehingga mereka prefesional,” papar Tjaturputra.

Saat ini, TNI Angkatan Darat  (AD) memiliki sejumlah alutsista baru yang memilik bobot cukup berat, seperti Tank Leopard yang memiliki bobot sampai 60 ton. Sehingga, TNI AD memerlukan kendaraan tempur yang mampu membawa alutsista berbobot berat.

Selain itu, kata Tjaturputra, juga dihadapkan dengan situasi karateristik dan geografis wilyah Indonesia yang sangat beragam, terutama banyaknya sungai.

“Maka dibutuhkan kendaaraan yang mampu baik bermanuver di darat maupun digunakan di sungai untuk mengangkut alutsista berat. Ini bisa digunakan pada saat kita melakukan operasi,” ujarnya.

Rendaraan Amphibious Phonton tidak hanya sekedar digunakan untuk kegiatan operasi. Rencanaya kedepan juga digunakan untuk penaggulangan bencana.

“Ada proyeksi kesana (penanggulangan bencana), karena apabila ada jembatan putus kita tidak membutuhkan waktu lama, dalam waktu tidak sampai satu jam. Kemarin kita uji coba 57 menit sudah terangkai, bisa membantu masyarakat jika ada dampak bencana di masyarakat,” bebernya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin