FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Ribuan Kartu BPNT di Nganjuk Belum Terdistribusi, Mensos Risma: Segera Selesaikan!

Peristiwa     Dibaca : 130 kali Penulis:
Ribuan Kartu BPNT di Nganjuk Belum Terdistribusi, Mensos Risma: Segera Selesaikan!
FaktualNews.co/romza
Mensos Risma saat kunjungan di Nganjuk

NGANJUK, FaktualNews.co – Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Nganjuk, banyak yang belum terdistribusikan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat berkungjung di Nganjuk, Minggu (21/11/2021).

Karena Kartu BPNT yang tidak sampai ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itulah, Risma (sapaan akrab Mensos) mendatangi daerah Nganjuk.

“Makanya, ini aku dateng begitu, aku dateng untuk kontrol kartu-kartu itu. Kenapa tidak nyampe gitu,” ujar Mensos Risma.

Mensos Risma, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, agar segera menyelesaikan masalah kartu itu, besok Senin (22/11/2021).

“Jadi senin (besok, red), saya minta diselesaikan semua, Pak Sekda tadi sudah janji untuk bisa mengumpulkan penerima manfaat seluruhnya. Terutama yang belum terima kartu, dan belum terealisasi,” katanya.

Meskipun hal itu juga terjadi di daerah lain, Risma mengungkapkan, jumlahnya tidak sebesar di Nganjuk. Berdasarkan data dari Kemensos, ada sekitar 7.161 KKS di Nganjuk, yang belum terdistribusi.

Ia menjelaskan, penyaluran BPNT atau bantuan sembako itu lebih lambat. Kalau Program Keluarga Harapan (PKH), itu relatif lancar.

Sedangkan di BPNT, itu memang tergantung e-Warong. Menurutnya, hal itu terjadi di hampir semua daerah.

“BPNT itu memang sangat tergantung terhadap e-Warong-nya. Jadi salurnya, rata-rata hampir setiap daerah rendah, yang e-Warong ini. Jadi karena itu, nanti akan coba evaluasi, karena di perpresnya itu boleh uang, uang tunai, nanti tinggal dia bisa belanja di manapun,” ungkapnya.

Kemudian karena uang tunai itu dapat dibelanjakan dimanapun nanti, tinggal dilakukan pengontrolan pada penggunaanya. “Kita sudah siap uji coba untuk KPM belanja di manapun saja. Tapi tetap kita kontrol untuk penggunaannya,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono