FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Harga Minyak Goreng ‘Mendidih’, Pedagang Makanan pun Merintih!

Peristiwa     Dibaca : 211 kali Penulis:
Harga Minyak Goreng ‘Mendidih’, Pedagang Makanan pun Merintih!
FaktualNews.co/Dofir
Warsito, pedagag krupuk asal Sidoarjo terpaksa mengurangi produksi krupuknya karena harga minyak mahal

SURABAYA, FaktualNews.co  – Harga minyak goreng mahal, pedagang makanan pun menjerit. Merujuk Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) milik Pemprov Jatim, harga minyak goreng curah saat ini di kisaran Rp 14.500-Rp 19.500/kilogram (Kg).

Ajur pokoke (hancur)!,” gerutu Warsito (50), pedagang kerupuk asal Brebek, Sidoarjo menanggapi kenaikan harga minyak goreng di Jatim yang terus melambung, Senin kemarin (22/11/2021).

Jerit Warsito, mewakili para pedagang makanan lain yang setiap harinya menggunakan minyak goreng curah untuk produksi barang dagangannya. Pun begitu dengan ibu-ibu rumah tangga, juga mengeluhkan mahalnya minyak goreng.

Warsito kemudian bercerita, jika biasanya dengan uang Rp 18 ribu dia bisa membeli minyak goreng curah 2 Kg, tapi sekarang, hanya mendapat 1 Kg minyak goreng curah.

Gak iso ngomong empunan, yok nopo mundhak terus (sudah tidak bisa bicara, bagaimana lagi naik terus harganya),” gerutu Warsito lagi.

Meski harga minyak goreng naik, Warsito mengaku tidak ikut menaikkan harga kerupuk produksinya karena khawatir akan kehilangan pelanggan.

Warsito pun mengaku pasrah dengan kondisi saat ini asal usahanya tetap jalan. “Nggeh mpun sak angsale, pokok sing penting mlampah ngoten mawon (Ya sudah sedapat mungkin, pokok yang terpenting usaha bisa jalan),” ucapnya lirih.

Untuk mengantisipasi agar tidak merugi, Warsito mensiasati dengan mengurangi jumlah kerupuk yang digoreng. Jika biasanya dalam seharai dia menggoreng sampai 100 Kg kerupuk mentah, sekarang hanya 60 Kg menyesuaikan dengan stok minyak goreng yang dimilikinya. “Paling banyak 70 kilogram (kerupuk mentah),” akunya.

Cara itu diakui Warsito, tentu mengurangi pendapatan yang diterima. Modal untuk membeli bahan-bahan, termasuk minyak goreng akhirnya menyusut. Dia pun tidak bisa memesan minyak goreng dengan jumlah banyak.

“Minimal lek ngirim niku 20 galon, lah kulo kadang mek 3 galon (minimal kalau agen mengirim minyak goreng itu 20 galon, saya cuma 3 galon),” tandasnya masih dengan logat Jawa.

Pun begitu dengan yang dialami Lilik Salma (50), pemilik agen minyak goreng di Rungkut Lor, Surabaya. Beberapa pelanggannya mulai mengurangi pembelian sampai separuh dibanding biasanya.

Lilik mengaku, minyak goreng di tempatnya dalam beberapa pekan ini mengalami kenaikan antara Rp 200 hingga Rp 500 setiap harinya. Terakhir, harga minyak goreng curah naik menjadi Rp 17.750/Kg.

“Ya pelanggan saya yang kerupuk itu, setiap hari ya nangis. Biasanya beli 10 jerigen, (sekarang) ya hanya beli 5 jerigen,” kata Lilik.

Minyak Goreng Langka

Pedagang minyak goreng ikut mengeluh karena pelanggannya mulai mengurangi pembelian akibat harga minyak goreng mahal

Pedagang minyak goreng ikut mengeluh karena pelanggannya mulai mengurangi pembelian akibat harga minyak goreng mahal. FaktualNews.co/Dofir

Menurut Lilik, penyebab harga minyak goreng curah melambung karena kelangkaan barang di tingkat produsen. “Katanya nggak ada barang (minyak goreng curah) begitu ngakunya,” ungkap Lilik.

Berdasar data Siskaperbapo Pemprov Jatim, harga minyak goreng curah saat ini berada di kisaran Rp 14.500-Rp 19.500/Kg. Harga terendah berada di Kota Batu dan tertinggi di Kabupaten Banyuwangi.

Sementara untuk minyak goreng kemasan, seperti Bimoli kemasan 1 liter dijual dengan harga terendah Rp 15.333 di Kabupaten Kediri dan tertinggi Rp 20.333 di Tulungagung.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian