FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polisi Akui Kesulitan Ungkap Kasus Penganiayaan atas Anggota PSHT di Mojokerto

Peristiwa     Dibaca : 423 kali Penulis:
Polisi Akui Kesulitan Ungkap Kasus Penganiayaan atas Anggota PSHT di Mojokerto
FaktualNews.co/lutfi hermansyah
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Rifto Himawan memberikan keterangan kepada wartawan saat di Polsek Dawarblandong, Senin (22/11/2021) malam.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Polisi mengakui kesulitan mengungkap kasus penganiyaan yang menimpa salah satu anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Ranting Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto oleh orang tidak dikenal.

Kasus ini terus dikawal oleh sesama anggota PSHT dengam cara menggeruduk Polsek Dawarblandong pada Senin (22/11/2021) malam. Mereka membawa ratusan anggota untuk mempertanyakan perkembangan kasus penganiayaan tersebut.

Penganiayaan terhadap anggota PSHT Dawarblandong terjadi tidak hanya sekali.

Informasi yang dihimpun FaktualNews.co, yang mereka tanyakan adalah kasus penganiayaan anggota PSHT yang terjadi pada Minggu (21/11/2021).

Kapolres Mojokerto Kota, AKPB Rofiq Ripto Himawan membenarkan kedatangan mereka untuk mempertanyakan kasus penganiayaan salah satu anggota PSHT.

Namun, bukan yang terjadi pada Minggu (21/11/2021) lalu. melainkan kasus yang terjadi pada tiga bulan yang lalu.

“Mereka menanyakan proses penyidikan penganiayaan yang korbannya kebetulan warga PSHT. Penganiayaan yang fokus ditanyakan oleh mereka itu penganiayaan yang terjadi tiga bulan lalu,” kataya saat berada di Polsek Dawarblandong.

Ia mengakui kesulitan dalam mengungkapkan kasus ini sehingga butuh waktu lama.

“Kalau tidak sulit, tidak mungkin tiga bulan belum kita ungkap. Bukan berarti tidak bisa, karena motto kita tidak ada kejahatan yang sempurna ya,” kata Kapolres Mojokerto di Polsek Dawarblandong, Senin (22/11/2021) malam.

Kendati demikian, Rofiq enggan membeberkan letak kesulitannya. Menurutnya hal tersebut merupakan teknis penyidikan yang tidak bisa disampaikan ke publik.

“Itu teknis penyidikan yang tidak bisa kami sampaikan. Tapi kami optimis bisa mengungkap kasus ini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah memeriksa saksi-saksi dan mengoptimalkan metode scientific crime.

“Secara ilmu dan kemampuan-kemampuan, bahkan sketsa wajah sudah kita lakukan,” tandas mantan Kapolres Pasuruan itu.

Namun, Pihaknya belum bisa menangkap pelaku penganiayaan tersebut. “Semoga segera ada titik terang,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono