FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Peredaran Minyak Curah Segera Berakhir, Pelaku UMKM di Kediri Ketar-ketir

Ekonomi     Dibaca : 156 kali Penulis:
Peredaran Minyak Curah Segera Berakhir, Pelaku UMKM di Kediri Ketar-ketir
FaktualNews.co/Moh Muajijin
Dua perempuan pekerja di Desa Wonocatur, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri sedang membungkus stik tahu, Rabu (24/11/2021).

KEDIRI, FaktualNews.coPelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kediri yang dalam usahanya mengandalkan minyak sawit curah ketar-ketir dengan segera berakhirnya peredaran minyak curah di pasaran.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 36 tahun 2020 yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pada 31 Maret 2020 lau, minyak curah dapat diperdagangkan paling lambat 31 Desember 2021.

Perubahan pola dari curah menjadi kemasan tersebut dinilai akan menambah biaya produksi yang dinilai memberatkan oleh pelaku UMKM di Kediri.

Ketua Paguyuban UMKM Kelud Mandiri, Gatot Siswanto (58) mengatakan, pemerintah harus memberi perlakukan khusus kepada pelaku UMKM, agar mampu membeli minyak sawit.

Pria warga Desa Wonocatur, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri yang kesehariannya memproduksi stik tahu tersebut mengatakan, pelaku UMKM selama ini harus bersaing dengan produk pabrikan dalam merebut pasar.

Sementara, kata dia, minyak sawit dalam kemasan harganya lebih mahal dibanding minyak curah yang selama ini dipakai oleh pelaku UMKM.

“Agar pelaku UMKM tidak gulung tikar, kami meminta pemerintah memberi prioritas kepada pelaku UMKM, untuk bisa membeli minyak goreng murah,” kata Gatot, Rabu (24/11/2021).

Menurut Gatot, Permendagri nomor 36 tahun 2020 tentang minyak goreng sawit agar dijual dalam kemasan membuat resah pelaku usaha, khususnya UMKM yang membutuhkan minyak goreng untuk produksi usahanya.

Ketua paguyuban UMKM yang beranggota lebih dari 300 pelaku usaha tersebut juga mengingatkan, saat ini pelaku UMKM baru mulai bergeliat setelah 2 tahun terdampak pandemi Covid-19.

“Jika pemerintah mewajibkan minyak sawit dijual kemasan, usaha pelaku UMKM terancam gulung tikar, karena biaya produksi mereka membengkak. Sementara daya beli masyrakat masih rendah akibat Covid-19. Sementara, pelaku usaha memilih bertahan dan tidak berani menaikan harga jual produknya,” tambah Gatot.

Saat ini harga minyak curah berkisar diangka 13 ribu rupiah per liter sedang harga minyak kemasan di angka 19.500 rupiah. Sebelum merangkak naik menjelang berlakuknya kewajiban minyak sawit dalam kemasan, harga minyak curah berkisar Rp. 9 ribu per liter sementara minyak dalam kemasan berkisar Rp. 12.500. (aji)

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh