FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Puluhan Warga Kediri Demo Menuntut Direktur RSM Ahmad Dahlan Mundur

Peristiwa     Dibaca : 135 kali Penulis:
Puluhan Warga Kediri Demo Menuntut Direktur RSM Ahmad Dahlan Mundur
FaktualNews.co/Moh Muajijin
Massa sempat membakar ban bekas di depan gedung DPRD Kota Kediri lantaran tidak anggota dewan yang menemui saat demonstrasi, Kamis (25/11/2021).

KEDIRI, FaktualNews.co – Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan Kediri (APKK) menggelar aksi damai di gedung DPRD Kota Kediri, menuntut Direktur RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri mundur, Kamis (25/11/2021).

Massa menilai bahwa Direktur RSM Ahmad Dahlan tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Mereka juga menudingnya telah melakukan kebohongan publik.

Dalam aksinya, massa membawa berbagai poster dengan baragam tuntutan, seperti Ganti Direktur RSM, Rumah Sakit kok tidak manusiawi, Manusiakan Manusia secara Manusiawi.

“Direktur RSM harus mundur, karena sudah melakukan kebohongan publik,” teriak salah satu orator aksi.

Lantaran tidak ditemui oleh satupun anggota dewan, massa kemudian membakar ban bekas, sebagai bentuk kekecewaan.


Berita sebelumnya:


Koordinasi aksi Tomi Ari Wibowo mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk simpati kepada kasus dugaan penahanan jenazah pasien oleh pihak RSM Ahmad Dahlan yang tidak mampu membayar biaya.

Meskipun pihak RSM sudah mengklarifikasi dan membantah dugaan penahanan jenazah pasien, kata Tomi, namun pihak RSM terkesan kurang berimbang.

“Padahal jenazah pasien tersebut tidak bisa dibawa pulang kalau tidak melunasi biaya terlebih dahulu. Dan saya sendiri saat itu memberi DP (uang muka) uang separo, surat pernyataan dan bahkan KTP saya saat ini masih ditahan sebagai jaminan,” kata Tomi.

Usai berorasi, massa kemudian membubarkan diri. Sebelumnya mereka mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi, bila DPRD Kota Kediri tidak peduli. Mereka juga berencana akan berdemo di depan rumah sakit RSM Ahmad Dahlan. (aji)

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh