FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kiat Pengusaha Konfeksi di Mojokerto Ini Terbukti Ampuh Selama Pandemi

Ekonomi     Dibaca : 120 kali Penulis:
Kiat Pengusaha Konfeksi di Mojokerto Ini Terbukti Ampuh Selama Pandemi
FaktualNews.co/Muhammad Lutfi Hermansyah
Karyawan konfeksi hijab rumahan rfm_official saat bekerja di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (25/11/2021).

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Dua tahun pandemi Covid-19 hampir menerpa seluruh sektor usaha termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Mojokerto. Tak sedikit pengusaha dengan mobdal pas-pasan yang gulung tikar diterpa krisis selama pandemi.

Namun, keterpurukan saat pandemi Covid-19 itu tidak dirasakan UKM konfeksi milik pengusaha asal Mojokerto, Frengky. Usaha yang dilakoni pria berusia 32 tahun ini tetap bertahan dan tumbuh.

Frengky menekuni usaha konfeksi yang bergerak di bidang penjahitan hijab rumahan, berada di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, diberi nama Rfm Official.

Dibantu dengan 8 orang karyawan, pada bulan Maret 2020 lalu, Ia menerima pesanan dari salah satu perusahaan di bawah nangungan Kementrian Badan Usahan Milik Negara (BUMN) untuk pengadaan masker. Alhasil, ia bisa mendongkrak kebutuhan usaha konfeksinya.

“Saya bersyukur di tengah pandemi banyak UKM itu tutup, saya waktu itu berkembang,” Jumat (26/112021).

Meski demikian, keuntungan yang dirasakannya tidak ingin ia rasakan sendiri. Frengky melihat banyak karyawan yang jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat situasi perusahaan yang kian terpuruk diterpa pandemi Covid-19.

Ia pun mengambil langkah menarik beberapa karyawan korban PHK. Setidaknya terdapat 25 sampai 30 orang.

Frengky memperkejakan mereka sebagai juru jahit untuk membantunya mengembangkan dan memperluas wilayah garapannya.

Untuk mensiasati penjualan ditengah pandemi Covid-19 seperti ini, ia beralih dari sistem pemasaran offline ke online (daring) dengan menanfaatkan aplikasi toko online.

Kini produksi hijab milik Frengky telah dipesan di berbagai belahan Indonesia. Bahkan sempat masuk ke Malaysia. Setiap bulannya mampu menjual antara 30-40 ribu hijab dengan omzet ratusan juta rupiah.

“Usahanya saya berkembang terbantu dengan marketplace atau e-commerce. Omzet antara Rp 130-150 juta setiap bulannya,” ujarnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh