FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Penerbangan ke Arab Saudi Dibuka, Teknis Umrah Masih Dikordinasikan

Nasional     Dibaca : 165 kali Penulis:
Penerbangan ke Arab Saudi Dibuka, Teknis Umrah Masih Dikordinasikan
FaktualNews.co/Istimewa
Seorang petugas sedang melepas stiker penanda jaga jarak di kawasan Masjidilharam di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (18/10/2021). (spa.gov.sa)

JAKARTA, FaktualNews.co – Penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi mulai diizinkan tanpa harus transit ke negara ketiga mulai 1 Desember 2021, yang akan datang.

Izin itu keluar setelah pemerintah Arab Saudi mencabut suspend penerbangan dari Indonesia melalui surat edaran yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief memastikan bahwa pencabutan suspend tersebut berlaku untuk penerbangan jemaah umrah.

Namun demikian, lanjut Hilman, bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Sebab, masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

“Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umrah,” ujar Hilman yang saat ini masih berada di Arab Saudi, Minggu (28/11/2021).

“Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umrah bersama Kementerian Haji dan Umrah Saudi,” kata Hilman, dilansir website resmi kemenag.goo.id.

Hilman menjelaskan, pihaknya dalam pertemuan itu akan memaparkan kesiapan Indonesia dan skenario pemberangkatan jemaah umrah di masa pandemi. Skenario tersebut antara lain berkenaan dengan one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umrah di masa pandemi, serta lainnya.

“Dengan Kemenhaj Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci,” jelas Hilman.

Dirjen PHU berharap skenario bersama ini bisa segera disepakati sehingga dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah umrah.

“Semoga jemaah umrah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci,” harap Hilman.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
Kemenag