FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Rumah Pelatih Arema Indonesia di Mojokerto Dibobol Maling 

Peristiwa     Dibaca : 365 kali Penulis:
Rumah Pelatih Arema Indonesia di Mojokerto Dibobol Maling 
FaktualNews.co/Istimewa.
Ilustrasi.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Tindakan kejahatan menimpa pelatih Arema Indonesia, Redi Supriyanto di rumahnya yang berada di Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Aksi kejahatan tersebut terjadi Kamis (25/11/2021) pekan lalu saat Redi Supriyanto meninggalkan rumahnya karena melatih Arema di Malang. Sementara istri da anaknya tinggal bersama mertua yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Kondisi rumah yang cenderung sepi membuat komplotan maling leluasa masuk ke rumah.

Komplotan maling berhasil mengacak-mangacak isi rumah dan menggondol sejumlah barang berharga milik Redi.

Redi menceritakan, pihak keluarga baru mengetahui bahwa rumahnya jadi sasaran pembobolan komplotan saat hendak membersihkan.

“Kejadiannya Kamis kemarin, tahunya adik saya ke rumah mau membersihkan rumah. Kondisi rumah acak-acakan, ruang tengah, kamar depan, kamar tengah. Laptop, handycam dan gelang emas milik istri saya hilang,” bebernya, Senin (29/11/2021).

Ia menduga, komplotan maling itu beraksi dari pintu belakang. Hal ini terlihat keadaan pintu samping dalam kondisi rusak dan jebol.

“Terakhir Selasa saya ke rumah sekedar membersihkan, tapi kejadiannya Kamis. Mungkin lewat pintu belakang, mungkin tadinya mau lewat pintu samping tapi tidak bisa,” terang mantan pelatih PS Mojokerto Putra (PSMP) itu.

Sejumlah barang yang diambil pekaku, yakni, laptop, handycam dan sebuah gelang emas. Akibatnya ia mengalami kerugian mencapai belasan juta.

“Laptop diambil dari kamar depan, handycam di bufet yang ada di ruang tengah dan gelang emas milik istrinya diambil dari kamar tengah yang merupakan kamar korban. Sekitar Rp12 juta untuk laptop sama handycam, tidak tahu gelangnya berapa,” ujar Redi.

Meski demikian, Redi memilih tidak melaporkan pembololan yang meninpanya kepada kepolisian karena dikhawatirkan mengganggu aktifitas melatihnya.

“Mungkin pelaku sudah tahu kondisi rumah karena dua bulan kosong. Istri saya melarang melapor karena saya juga persiapan babak 32 besar, takutnya malah mengganggu latihan saya. Jadi ya tidak dilaporkan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin