FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Coba Ini…Botokan Ikan Kutuk Nan Gurih dan Kaya Manfaat di Parimono Jombang

Kuliner     Dibaca : 185 kali Penulis:
Coba Ini…Botokan Ikan Kutuk Nan Gurih dan Kaya Manfaat di Parimono Jombang
FaktualNews.co/diana kusuma negara
Nur Suyatik (52), pengelola warung Ndeso yang menyajikan menu andalan botok ikan kutuk, di Jalan Hasyim Asyari Jombang

JOMBANG, Faktualnews.co – Botokan (olahan masakan kukus) ikan kutuk atau ikan gabus termasuk kuliner yang jarang ditemui di Kabupaten Jombang.

Namun tidak demikian di warung Ndeso, Jalan KH Hasyim Asyari, Dusun Parimono, Desa Plandi. Di warung ini menyajikan olahan ikan kaya manfaat tersebut.

Hanya dengan merogoh uang Rp 10 ribu dari dompet, sudah dapat menikmati gurihnya seporsi botokan kutuk dari tangan warga asli Ponorogo, yang dibungkus daun pisang penambah kesedapan, dengan nasi yang hangat.

“Yang punya asli orang Ponorogo, ikan kutuk memang dipercaya banyak orang punya manfaat banyak. Untuk cegah kolesterol, membantu luka cepat kering, penyembuhan orang habis lahiran sesar, yang habis khitan, dan untuk yang lain itu bagus kalau makan ikan kutuk,” tutur pengelola warung, Nur Suyatik (52), Sabtu (4/12/2021).

Tak heran, jika banyak di antara pembeli mencari menu botokan ikan kutuk ketika sedang dalam masa penyembuhan luka.

“Lumayan banyak yang cari. Katanya untuk luka atau habis operasi, karena ini bisa langsung dibawa dan dimakan tidak harus ribet mengolah dulu,” ungkap Nur.

Botokan kutuk menjadi salah satu menu favorit pencari kuliner di kota santri tersebut dengan racikan bumbu khas milik warung Ndeso yang sejenak untuk mampir mengobati rasa lapar.

“Kalau di sini nyebutnya seperti bumbu rujak, jadi ikan kutuknya kita bumbui seperti itu. Namun selain itu, masih banyak menu lain. Seperti pecel, iwak kali, tapi memang favoritnya orang ya botokan kutuk,” jelasnya.

Jika berminat menikmati botokan ikan kutuk ini, tinggal menuju warung dengan menu yang tertulis di depan warung ukuran lumayan besar, tepatnya berada di Jalan KH Hasyim Asyari, yang mulai buka pukul 06.00 WIB.

“Buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai habis, atau kadang pukul 12.00 WIB sudah habis. Hanya saja, masa kontrak kami tinggal tiga bulan saja di sini. Rencananya nanti pindah ke Kecamatan Jogoroto,” tandas Nur memungkasi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono