FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Rapat Koordinasi Bencana Semeru, Kapolda Jatim: Polri Siap Membantu!

Peristiwa     Dibaca : 183 kali Penulis:
Rapat Koordinasi Bencana Semeru, Kapolda Jatim: Polri Siap Membantu!
FaktulNews.co/Risky
Gubernur Khofifah dan Kepala BNPB saat melakukan koordinasi penanganan bencana erupsi Gunung Semeru

LUMAJANG, FatualNews.co – Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menegaskan, siap mendukung Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dengan menurunkan personel pendukung untuk membantu mengevakuasi korban bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

“Posko pengungsian harus ditambah untuk menampung korban terdampak, Polri siap membantu,” tegas Nico saat mengikuti rapat koordinasi bersama kepala BNPB, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa; Forkopimda Jatim; serta Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Minggu (5/12/2021).

Pun begitu dengan masalah pengamanan terkait jalur yang aman untuk digunakan dan lalu lintas, lanjut Niko, pihaknya akan menurunkan personel pendukung. “Polsek telah membuat spanduk peringatan di mana lokasi yang aman dan tidak,” sambungnya.

Sementara Gubernur Khofifah mengingatkan, terkait penanganan kedaruratan search and rescue, agar selalu berkoordinasi dengan Kabupaten atau Kota Malang. “Koordinasi dan komunikasi agar terus dilakukan baik tingkat kabupaten/kota dan provinsi,” kata Khofifah mengingatkan.

Kemudian tim kesehatan juga selalu mobile, tidak hanya stasioner guna bantuan pertolongan pertama. “Kegiatan evakuasi serta rehabilitasi harus dilaksanakan secara bersama sama agar masyarakat memperoleh rasa tenang dan aman,” lanjut mantan Menteri Sosial tersebut.

Di pihak lain, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menjelaskan, saat terjadi erupsi Sabtu kemarin (4/12/2021), pada pukul 19.00 WIB, tim evakuasi penanganan tanggap bencana sudah melakukan upaya-upaya penyelamatan masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru.

Namun, bupati asal Partai kebangkitan bangsa (PKB) ini mengaku, terdapat kendala komunikasi yang sulit, sehingga evakuasi tertunda. Baru kemudian, Minggu pagi tadi, sekitar 3.500 personel kembali melanjutkan kegiatan evakuasi.

“Korban meninggal terus bertambah, dan saat ini masih dalam proses identifikasi korban. Selain itu tenaga spesifik sangat diperlukan, karena kontur daerah yang bervariasi,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian