FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Biddokes Polda Jatim Mulai Lakukan Trauma Healing ke Anak-anak Pengungsi Semeru

Peristiwa     Dibaca : 260 kali Penulis:
Biddokes Polda Jatim Mulai Lakukan Trauma Healing ke Anak-anak Pengungsi Semeru
FaktulNews.co/Risky
Polda Jatim mulai melakukan trauma healing ke anak-anak pengungsi korban erupsi Gunung Semeru

LUMAJANG, FaktualNews.co – Biddokes Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim mulai melakukan trauma healing (proses penyembuhan ketakutan) kepada anak-anak korban erupsi Gunung Semeru di pengungsian, Senin (6/12/2021).

“Kegiatan tersebut dilakukan baik (pengungsi) yang berada Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro dan di Koperasi Dwija Raharja,” terang kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (6/12/2021).

Selain itu, lanjut Gatot, anggota Brimob juga disiapkan untuk membantu pencarian korban yang sampai saat ini masih tertimbun pasir akibat erupsi Gunung Semeru.

Sementara terkait jumlah korban yang berhasil di evakuasi, Gatot menyebut ada sekitar 64 orang, baik luka ringan maupun berat dan perlu segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

“Sedangkan korban yang meninggal dunia sampai Senin siang (6/122/2021), berjumlah 17 orang dan sudah berhasil di evakuasi,” sebutnya. .

Di lain pihak, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto, hari ini juga meninjau Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Pasirian, Jalan Raya Pasirian dan menyerahkan sembako kepada korban terdampak Awan Panas Guguran (APG) dari Gunung Semeru.

Arief juga berkesempatan meninjau posko pengngsian di Ponpes Ulul Albad, Koprasi PGRI Candi Puro, dan Lapangan Sumber Wuluh.

“Bapak Kabaharkam Polri juga melakukan pengecekan dan memastikan kondisi kesehatan pengungsi, ketersediaan pelayanan kesehatan, ketersediaan fasilitas di lokasi pengungsian serta ketersediaan sembako,” ungkap Gatot.

Di lokasi pengungsian, juga terdapat mobil dapur umum milik Brimob Polda Jatim yang sengaja disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. “Mobil Brimob sendiri di-stanby-kan sampai bencana ini selesai,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian