FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Mengaku Kerap Diejek, Penerima PKH di Ngawi Tolak Bantuan yang Jadi Haknya

Peristiwa     Dibaca : 365 kali Penulis:
Mengaku Kerap Diejek, Penerima PKH di Ngawi Tolak Bantuan yang Jadi Haknya
FaktualNews.co/zaenal abidin
Pasutri penerima PKH saat mengeluhkan masalah pada awak media

NGAWI, Faktualnews.co – Tri Sulistyowati, warga Dusun Duwet Desa Karanggupito Kecamatan Kendal Ngawi, terpaksa menolak bantuan program keluarga harapan (PKH). Penolakan sudah dilakukan dalam dua kali pencairan terakhir.

Padahal, istri dari Sukatno, dan ibu dua anak ini tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (KFM) dari salah satu progam andalan pemerintah tersebut.

Tri Sulistyowati menolak pencairan bukan tanpa alasan. Menurut pengakuannya, dia menolak menerima PKH karena mendapatkan sindiran dari penerima PKH yang lain. hanya karena dia menyekolahkan anaknya yang sekarang kelas 11 SMK, di Kabupaten Magetan.

Tri Sulistyowati bercerita, dirinya menerima manfaat semenjak tahun 2012, sewaktu putra pertamanya masih duduk dibangku sekolah dasar (SD). Sedangkan saat ini putranya tersebut klas 11 SMK di Magetan.

“Saya menerima PKH sekitar tahun 2012. Dan selama itu menerima terus dari ketua kelompok,” jelas Tri Sulistyowati saat ditemui Faktualnews, Rabu (8/12/2021).

Namun untuk dua periode pencairan terakhir ibu dua anak tersebut enggan menerima, disebabkan mendapatkan ejekan  terkait anaknya yang kedua tidak disekolahkan di desa tersebut.

“Jadi saya untuk yang dua kali pencairan yang terakhir sengaja tidak mau menerima. Daripada saya menerima bantuan tapi dikata-katain di depan orang banyak,” terangnya.

Ironisnya, dari pengakuan penerima manfaat yang tidak menerima manfaat PKH tersebut, di kantor Dinas Sosial kabupaten Ngawi tetap tercatat menerima bantuan.

Dan yang lebih menjadikan perhatian, ternyata mulai awal mendapatkan bantuan PKH, penerima manfaat tidak memegang kartu ATM dari bank yang menyalurkan bantuan tunai. Dari pengakuan Wati, sapaan ibu dua anak tersebut, kartu ATM dipegang ketua kelompok penerima PKH di dusun tersebut.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi Tri Pujo Handono menjelaskan, penerimaan manfaat PKH tidak berpengaruh dengan tempat sekolah dari penerima bantuan.
“Tempat di mana sekolah penerima manfaat tidak berpengaruh dengan penerimaan PKH. Yang menjadi masalah kalau anak penerima bantuan tidak sekolah,” tegas Tri Pujo Handono.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags