Peristiwa

Akibat Tanggul Sungai di Nganjuk Jebol, Ratusan Rumah dan Hektaran Sawah Kebanjiran

NGANJUK, FaktualNews.co – Akibat tanggul jebol, sekitar 350 rumah dan sekitar 150 hektar sawah di Desa Mojoagung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/12/2021) terdampak banjir dari luapan air sungai,

Hal itu karena hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Dan banyak sampah kayu menumpuk di jembatan. Akibanya, tanggul sungai jebol dan air sungai meluap ke pemukiman dan persawahan warga.

Informasi dari warga setempat, luapan air itu mulai naik ke pemukiman warga sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka sempat tidak tidur dari malam hingga pagi hari.

Peristiwa tersebut memantik reaksi Kapolres Nganjuk, AKBP Boy Jeckson Situmorang. Pihaknya saat itu, mendapatkan laporan adanya banjir Rabu (8/12/2021) sekitar pukul 24.00 WIB. Dengan sigap pihaknya langsung memimpin langkah atau tindakan mitigasi dan penanganan, secara cepat.

AKBP Boy JS mengungkapkan, bahwa kejadian banjir itu dikarenakan jebolnya tanggul dari sungai. Kemudian, luapan air masuk ke rumah warga.

Dikatakan, ketinggian air pada sekitar pukul 03.00 WIB itu dari 50 sampai 60 centimeter. Kemudian, air sudah terlihat surut, sekitar pukul 06.30 WIB. Jumlah warga di desa terdampak, sekitar 350 Kepala Keluarga.

Beberapa orang yang sudah lanjut usia (lansia), katanya, sempat dievakuasi ke daerah yang cukup aman. Namun setelah surut, para lansia itu, langsung kembali ke rumahnya.

“Jadi langkah yang kita lakukan sekarang, adalah bagaimana untuk menormaliasikan lagi arus sungai tersebut, dengan mendatangkan Backhoe (excavator),” ujar AKBP Boy JS, saat berkunjung bersama Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi bersama rombongan.

Menurutnya, terdapat ratusan rumah dan sawah yang terdampak banjir. “ Sebanyak 350 rumah yang terdampak, dan yang lahan pertanian mungkin sekitar 150 hektar yang terdampak,” ungkapnya.

Selain Kapolres Nganjuk, Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menaruh perhatian kepada wilayah yang kebanjiran. Pihaknya punya beberapa langkah, guna melakukan penanganan di lapangan.

Langkahnya, dijelaskan Marhaen, yaitu pertama memanggil Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, Abdul Wakid. Kedua, pihaknya mendokumentasikan titik tanggul yang jebol.

Ketiga, pihaknya langsung menghubungi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Surabaya, Muhammad Rizal. “Kita langsung kontak ke Pak Rizal, Kepala BBWS di Surabaya, nanti yang bantu bronjong-nya,” ujar Marhaen Djumadi yang didampingi Forpimcam Prambon.

Selain itu, pihaknya menyiapkan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari APBD untuk membackup. “Mungkin nanti materialnya, biar dianggarkan dari APBD, perlu juga, pemerintah harus hadir ditengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Usai melihat ke lokasi, menurutnya, lebar tanggul yang jebol itu sekitar 30 meter. Untuk ketinggian tanggul yang jebol, sekitar 4 meter.

Lanjutnya, aliran air sungai itu, berasal dari Kabupaten Kediri. Meskipun sungai di Desa Mojoagung sudah dinormaliasi. Dari sebelah selatan Desa Mojoagung, mengalir air dengan deras dan cepat.

“Kalau Nganjuk ini tidak terlepas dari Kediri, terutama air kiriman itu, yang deras kenceng ke utara (ke Nganjuk),”tandasnya.

Karena derasnya arus sungai itu, airnya membawa sampah, bambu dan ranting kayu, hingga menumpuk di jembatan. Akibatnya, air sungai meluber, ke pemukiman warga. “Ya tanggul jebol, salah satu diantaranya tadi malam itu. Sekarang Alhamdulillah, sudah lancar ini,”pungkasnya.