FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Harga Sayuran hingga Daging Ayam Ras Naik Jelang Nataru, Pedagang Surabaya: Sudah Tradisi

Peristiwa     Dibaca : 315 kali Penulis:
Harga Sayuran hingga Daging Ayam Ras Naik Jelang Nataru, Pedagang Surabaya: Sudah Tradisi
FaktualNews.co/Dofir
Harga Sayuran hingga Daging Ayam Ras Naik Jelang Nataru, Pedagang Surabaya: Sudah Tradisi

SURABAYA, FaktualNews.co – Harga sayuran, cabe hingga daging ayam ras mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah pedagang Pasar Wonokromo Surabaya menyebut, kondisi itu merupakan tradisi dari tahun ke tahun.

“Sudah tradisi, sudah biasa menjelang tahun baru (Nataru) setiap tahun ya begitu kan,” ujar Anggraeni (45) salah seorang pedagang sayur di Pasar Wonokromo Surabaya, Senin (20/12/2021).

Ia mengatakan, harga sayur mayur seperti sawi, kangkung, bayam, kubis, wortel hingga mentimun krai mengalami kenaikan rata-rata 30 persen sejak tiga pekan lalu. Misalnya sawi, biasanya dijual seharga Rp 15.000 per ikat besar kini harganya menjadi Rp 20.000 per ikat besar.

Lalu cabe rawit, dikatakan Anggraeni, harga tak kunjung normal setelah hampir sebulan bertengger di kisaran Rp 85.000 per kilogram.

Bawang merah pun demikian, perempuan asli Malang itu menyebut, saat ini harganya mencapai Rp 30.000 dari biasanya Rp 20.000 per kilogram.

Menurut dia, penyebab kenaikan sejumlah kebutuhan pangan tersebut lantaran tradisi menjelang Nataru kemudian diperparah dengan kondisi cuaca belakangan ini yang tak menentu.

“Kalau musim hujan seperti ini banyak petani yang gagal panen, jadi barang nggak ada,” katanya.

Di kesempatan sama, Ali (50), pedagang daging ayam ras juga mengaku harga daging ayam ras di tempatnya naik Rp 5.000 dari biasanya.

“Biasanya aku jual Rp 30.000 sampai Rp 32.000 (perkilogram), sekarang menjadi Rp 35.000 (perkilogram),” ucapnya.

Bila Anggraeni menyebut kenaikan sejumlah komoditas karena tradisi menjelang Nataru. Ali justru membantahnya, ia mengatakan, kenaikan daging ayam ras tak berkaitan dengan perayaan Nataru melainkan karena banyak peternak ayam ras gulung tikar akibat pandemi Covid-19.

“Gara-gara pandemi, peternak bangkrut,” singkat dia.

Ia pun berharap pemerintah bisa membantu peternak ayam ras supaya bangkit dari keterpurukan.

“Nggak usah operasi-operasi pasar, nggak pengaruh. Bantu peternaknya saja,” tutup dia.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian