FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jelang Nataru, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Banyuwangi Naik

Ekonomi     Dibaca : 409 kali Penulis:
Jelang Nataru, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Banyuwangi Naik
FaktualNews/Abdul Konik/
foto : pedagang bahan pokok di pasar induk Banyuwangi

BANYUWANGI, FaktualNews.co – Jelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga cabai di Kabupaten Banyuwangi mulai meroket hingga tembus 80 ribu perkilogram.

Salah satu pedagang Samsul mengatakan, kenaikan harga cabai sudah berlangsung satu bulan terakhir. Awalnya hanya berkisar di Rp 40-45 ribu, namun setiap hari terus merangkak naik hingga saat ini 80 ribu perkilogram.

“Sudah satu bulan ini terus mengalami kenaikan. Padahal sebelumnya cuma Rp 40 sampai Rp 45 ribu. Sekarang sudah Rp 80 ribu,” katanya, Rabu (22/12/3021).

Tak hanya cabai, kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam, telur ayam, sayur mayur dan bumbu, serta minyak goreng.

Seperti yang di katakan Angga, pedagang ayam di Pasar Induk Banyuwangi. Harga ayam saat ini mencapai Rp 33 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut sudah terjadi sejak lima hari terakhir.

“Daging ayam mengalami peningkatan drastis. Sekarang naik Rp 33 ribu per satu kilonya. Padahal sebelumnya hanya Rp 29-30 ribu,” sahutnya.

Sedangkan, telur ayam naik jadi Rp 25 ribu per kilogram yang awalnya berkisar di Rp 18 ribu. Minyak goreng menjadi Rp 18 ribu yang awalnya Rp 15 ribu. Kemudian komoditas sayur seperti ranti, sawi hijau, dan komoditas bawang juga ikutan naik.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Kadiskopumdag) Banyuwangi, Nanien Oktaviantie, membenarkan jika terjadi peningkatan sejumlah harga komoditas pangan di sejumlah pasar, namun tidak begitu signifikan.

“Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut dipengaruhi oleh stok barang yang berkurang, sedangkan permintaan cukup tinggi, hingga menyebabkan kenaikan,” bebernya.

Meski terjadi peningkatan permintaan dan kenaikan harga, pihaknya menjamin untuk ketersediaan barang masih aman. Diskopumdag Banyuwangi juga akan melakukan langkah antisipatif dengan operasi pasar jika memang diperlukan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid