FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Imbas Kematian Dumbo, KBS Hentikan Pertunjukan Gajah

Peristiwa     Dibaca : 230 kali Penulis:
Imbas Kematian Dumbo, KBS Hentikan Pertunjukan Gajah
FaktualNews.co/Doc
Humas KBS, Agus Supangat mengatakan, saat ini pihak Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan.

SURABAYA, FaktualNews.co – Manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) menegaskan, untuk saat ini akan menghentikan sejumlah pertunjukan yang melibatkan gajah.

Humas KBS Agus Supangat mengatakan, keputusan tersebut diambil pihaknya untuk menindaklanjuti rekomendasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, imbas dari kematian anak gajah berusia dua tahun beberapa waktu lalu.

“(Di KBS) ada wahana tunggang gajah dan pemberian makanan kepada gajah oleh pengunjung, tapi belum bisa dilakukan. Untuk sementara wahana gajah yang steril,” kata Agus saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (28/12/2021).

Selain wahana gajah, KBS juga menutup sementara wahana kolam renang di tahun ini untuk antisipasi penyebaran varian baru Covid-19 atau Omicron. “(Wahana kolam renang) bisa menimbulkan kerumunan, sehingga belum bisa dibuka,” ucapnya.

Namun untuk beberapa wahana, Agus menegaskan, tetap dibuka. Yakni wahana tunggang unta, aquarium, animal edutainment, kid zoo, dan wisata air.

“Jadi pengunjung tetap bisa menikmati suasana sejuk dengan koleksi satwa yang beragam jenis di KBS,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini DPRD Surabaya, termasuk pihak kepolisian,  masih berupaya mengungkap penyebab kematian anak gajah bernama Dumbo beberapa waktu lalu.

Bahkan, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno saat hearing, Senin kemarin (27/12/2021), menyebut bahwa ada yang disembunyikan oleh pihak KBS.

“Di sini kami menilai kurangnya keterbukaan pimpinan direksi KBS dalam menginformasi kepada publik terkait kematian Dumbo,” ungkap Anas Karno.

Ia juga mengatakan, keterbukaan informasi sangat diperlukan agar tidak ada berita yang simpang siur, atau terkesan menutup-nutupi.

“Pada prinsipnya, jika ada satwa yang mati agar segera disampaikan ke publik itu utama,” tegasnya. Ozi

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian