FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Siswa Meninggal Usai Vaksin, DPRD Jombang : Segera Klarifikasi Agar Masyarakat Tak Resah

Kesehatan     Dibaca : 269 kali Penulis:
Siswa Meninggal Usai Vaksin, DPRD Jombang : Segera Klarifikasi Agar Masyarakat Tak Resah
FaktualNews.co/Diana Kusuma/
Caption : Kartiyono, Anggota Komisi A DPRD Jombang

JOMBANG, FaktualNews.co – Meninggalnya dua anak dan beberapa dalam perawatan di Kabupaten Jombang usai menerima vaksinasi covid-19, turut memantik respon Anggota DPRD Jombang.

Anggota Komisi A DPRD Jombang, Kartiyono mendesak agar pihak terkait segera memberikan klarifikasinya.

“Kebetulan saya hanya mengikuti dari media, tapi menurut saya kejadian yang membuat masyarakat menjadi was-was harus segera terklarifikasi dari pihak-pihak yang berkompeten dalam melakukan pendalaman agar tidak liar,” katanya, Sabtu (1/1/2022).

Dirinya mendesak agar pihak terkait dalam hal tersebut menemukan penyebab yang sesungguhnya untuk memecah keresahan masyarakat.

“Apa sesungguhnya yang menyebabkan anak-anak itu mengalami sakit pasca ikut vaksin harus segera terjawab. Jika tidak, akan menimbulkan ketakutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kartiyono menyebut, bahwa setelah beredarnya kabar meninggalnya anak usai melakukan vaksinasi, masyarakat merasa gelisah di tengah kewajiban anaknya harus mengikuti vaksinasi covid-19.

Terhadap skrining kesehatan sebelum anak dinyatakan diperbolehkan untuk menerima vaksin, menurutnya harus menjadi perhatian prioritas sebelum melangkah pada proses lanjutan.

“Saya juga berharap petugas vaksin di lapangan juga harus melakukan skrining secara ekstra, apakah anak-anak yang akan di vaksin benar-benar siap di vaksin. Dalam kata lain tidak mempunyai gejala penyakit yang mengakibatkan kefatalan jika di lakukan vaksinasi,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Baginya, menjadi suatu keharusan jika Pemerintah Kabupaten harus memberikan informasi secara terbuka sesuai dengan hasil pendalaman yang dilakukan.

“Pemerintah punya kewajiban dan tanggungjawab untuk memberikan kepastian informasi akan hal itu. Apapun hasil diagnosanya harus sebenar-benarnya disampaikan kepada masyarakat agar semuanya menjadi terang benderang,” tandas Kartiyono memungkasi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid