FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Gunung Semeru Lumajang, Api Teramati di Puncak Kondisi Diam

Peristiwa     Dibaca : 304 kali Penulis:
Gunung Semeru Lumajang, Api Teramati di Puncak Kondisi Diam
FaktualNews.co/Istimewa//
Kondisi api diam di puncak Gunung Semer.

LUMAJANG, FaktualNews.co – Aktivitas Gunung Semeru setelah terpantau adanya getaran banjir atau lahar yang terekam sekali, amplitudo 28 milimeter, durasi 260 detik dan terjadi guguran 1 kali, amplitudo 4 militer, durasi 55 detik. Terpantau pengamatan saat cuaca mendukung atau cerah terlihat api diam di puncak.

Material yang dimuntahkan dari kawah Junggring Saloko yang kondisinya masih di atas itu bisa sewaktu-waktu turun ke arah bukaan. Yaitu sektor tenggara dan berpeluang ancaman bahaya bila kondisi tersebut tidak di waspadai.

Hal ini disampaikan petugas pengamatan Gunungapi Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kecamatan Candipuro Lumajang Yadi Yuliandi, Minggu (02/01/2022).

Semeru berketinggian 3676 mpdl yang statusnya masih di level lll siaga meteorologi cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah utara dan timur laut, suhu udara 22 derajat Celcius.

“Cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah utara dan timur laut. Suhu udara 22 °C. Guguran 9 kali, amplitudo 2-28 militer, durasi 40-165 detik,”kata Yadi.

Mengantisipasi terjadinya korban kepada masyarakat, petugas kata Yadi merekomendasikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,”ucapnya.

Selain itu rekomendasi yang disampaikan agar masyarakat tidak melanggar di bahaya Semeru, tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru. Karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

“Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,”pungkasnya.

 

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin