FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Omicron Menyerang, Banyak Fasilitas Cuci Tangan di Surabaya Tanpa Sabun

Peristiwa     Dibaca : 296 kali Penulis:
Omicron Menyerang, Banyak Fasilitas Cuci Tangan di Surabaya Tanpa Sabun
FaktualNews.co/mokhamad dofir
Tempat cuci tangan milik Pemkot Surabaya yang berada di Jalan Dr Ir H Soekarno - MERR, Rabu (5/1/2022).

SURABAYA, FaktualNews.co – Covid-19 varian Omicron menyerang Kota Surabaya seiring ditemukan pasien terkonfirmasi positif virus tersebut. Masyarakat pun diimbau disiplin protokol kesehatan seperti ketika awal wabah datang.

Sayangnya, imbauan tak diikuti dengan perbaikan fasilitas pencegahan yang kondisinya memprihatinkan. Banyak tempat cuci tangan di Surabaya tak dilengkapi dengan sabun. Seperti di sepanjang bahu Jalan Dr Ir H Soekarno – MERR, Kota Surabaya.

Disana, beberapa tempat cuci tangan terkesan diabaikan. Meski tandon berisi air, namun di tempat itu tidak terdapat sabun.

Agus, salah seorang juru parkir sebuah minimarket di kawasan itu mengungkapkan, telah lama tempat cuci tangan milik Pemkot Surabaya tersebut tidak dilengkapi dengan sabun.

“Airnya ada, rutin diisi. Tapi sabunnya nggak ada, sudah lama,” kata Agus, Rabu (5/1/2022).

Begitu juga dengan tisu, juga kosong. Walaupun terdapat tempatnya yang dilekatkan di dinding tandon air.

Sama halnya dengan tempat cuci tangan yang berada di depan kantor Bank Syariah Indonesia, MERR, Kota Surabaya. Fasilitas tersebut juga tidak terdapat sabun, bahkan tak jarang suplai air kerap terlambat.

“Sabun nggak ada, air juga sering kosong. Biasanya pagi-pagi sudah diisi pakai mobil yang nyiram-nyiram taman itu,” kata Dewi, security BSI.

Ia menambahkan, beberapa orang sering tertipu setelah berhenti di depan fasilitas cuci tangan tersebut. Nah, karena masih ada air di dalam tangki, tidak jarang air digunakan abang becak untuk membasahi rambut maupun tukang ojek online.

Dia berharap, tempat itu bisa difungsikan kembali karena sangat dibutuhkan masyarakat terutama ketika varian Omicrom menyerang Kota Pahlawan.

“Sering dipakai tukang ojek, sayang kalau nggak kepakai,” tutupnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono