Parlemen

Mengeluh, Asosiasi Petani Tembakau Jombang Wadul Dewan

JOMBANG, FaktualNews.co- Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Cabang Jombang datangi komisi B DPRD Jombang. Mereka menyampaikan keluh kesah dan permasalahan yang dialami petani tembakau khususnya di wilayah utara Sungai Brantas. Kamis (6/1/2022).

Ketua APTI Jombang, Lasiman menuturkan, beberapa poin yang disampaikan saat bertemu dengan wakil rakyat Komisi B DPRD tersebut. Pihaknya berharap mendapat respon dan solusi atas permasalahan yang dialami.

“Kami berharap direspon baik dengan beberapa aspirasi dari kami perwakilan petani tembakau di Jombang, untuk kesejahteraan para petani dengan keadaan yang dihadapi,”katanya usai hearing Kamis (6/1/2022).

Permasalahan diungkapkan Lasiman secara garis besar menginginkan arah yang lebih baik guna kemajuan dan keberlanjutan nasib para petani tembakau.

“Banyak yang kami sampaikan dan diskusikan. Di antaranya pembagian DBHCHT, ketidakseimbangan penawaran dan permintaan, kondisi harga tunda jual tembakau, bantuan kepada petani tembakau, keadaan dan proses tanam serta lainnya,”jelasnya.

Lasiman juga berharap, bahwa sejumlah bantuan diberikan kepada para petani tembakau, yang selama ini bantuan yang diberikan pemerintah setempat kurang.

“Seperti Alsintan kami harapkan juga diberikan bantuan karena yang sudah ada masih kurang. Begitupun dengan kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi. Dan apa yang kami sampaikan katanya akan ditindaklanjuti dengan dinas terkait,”terangnya.

Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Jombang, Sunardi mengungkapkan jika agenda pertemuan kali ini masih dalam tahap penerimaan aspirasi dari asosiasi petani tembakau. Selanjutnya akan dilakukan koordinasi kembali.

“Kalau rekomendasi belum, karena agendanya masih mendengarkan aspirasi dari mereka yang kami terima bersama anggota yang lain, dan nantinya kami akan komunikasikan kelanjutannya,”tandasnya.

Sementara itu turut hadir Kepala Dinas Pertanian Jombang, Muchammad Rony yang mengungkapkan jika dalam bidang pertembakauan di Jombang pihaknya bersama pihak terkait telah merencanakan penanganan dari hulu ke hilir.

“Fokus utama kita memang pada tahap hulu. Yakni bagaiman petani dapat menghasilkan tembakau kualitas yang baik. Begitupun di hilirnya dengan dinas terkait bagaimana trading bisa berjalan dengan baik. Sehingga petani bisa sejahtera,”ungkapnya.

Menurut Rony, pemerintah setempat juga telah memberikan bantuan alsintan serta pupuk untuk 1500 hektar lahan tembakau yang berada di wilayah Jombang utara Sungai Brantas.

“Tembakau membutuhkan pupuk yang spesial dan istimewa, karena harus mengandung chlor yang rendah. Sehingga bisa masuk pasaran. Kedua, peralatan traktor, pompa air, perajang untuk tembakau kami alokasikan untuk meningkatkan kualitasnya,”pungkasnya.