FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kunjungi Maha Vihara di Trowulan Mojokerto, Ganjar Pranowo Ingat Kejayaan Majapahit

Peristiwa     Dibaca : 117 kali Penulis:
Kunjungi Maha Vihara di Trowulan Mojokerto, Ganjar Pranowo Ingat Kejayaan Majapahit
FaktualNews.co/lutfi hermansyah
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (masker merah putih) mengunjungi Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (15/1/2022) .

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berkunjung ke Kabupaten Mojokerto. Tepatnya di Maha Vihara Majapahit dan wisata Budha Tidur yang terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (15/1/2022) sore.

Setibanya di tempat tersebut ia disambut Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Bhante Wirayananda dan Kepala Desa Bejijong Pradana Mardianta Putra.

Pihak Maha Vihara Majapahit langsung mengajaknya melihat-lihat pujasera usaha kecil menengah (UKM) dan kios-kios binaan pengelola Vihara tersebut.

Selanjutnya, politikus PDIP itu diajak keliling area Vihara dan patung budha tidur.

Saat berkeliling, pria berambut khas putih itu diserbu warga, terutama kalangan emak-emak untuk meminta berfoto bersama. Ganjar pun menurutinya.

Usai berkeliling, Ganjar yang ditanya awak media tentang maksud dan tujuannya bertandang ke Mojokerto merupakan agenda politik 2024. Ia tidak membantah dan tidak mengiyakan. “Politik opo (red, apa),” jawabnya, santai.

Ia menjelaskan, kepentingannya berkunjung ke Mojokerto sebenarnya hanya mampir, karena adanya akan menghadiri kondangan (orang hajatan) keesokan harinya.

“Saya mau kondangan besok, tapi sudah lama diundang kesini, ya (Maha Vihara), jadi saya mampir. Ternyata tempatnya bagus,” jelas Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng itu mengungkapkan, berkunjung ke Trowulan bagi dirinya jadi teringat sejarah kejayaan Majapahit. Menurutnya, ada dua tokoh hebat di era kerajaan Majapahit. Yakni, Hayam Wuruk dan Patihnya Gajah Mada.

“Hayam Wuruk sendirian pasti nggak bisa, patihnya mesti hebat. Pesan yang kemudian bisa diberikan adalah bagaimana Sumpah Palapa yang tidak ada satu orang Indonesia yang tidak ada tahu, kecuali dia tidak pernah belajar sejarah. Apa itu? Mempersatukan nusantara,” ungkapnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono