FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sungai Kalijompo di Jember Meluap, 92 Warga Mengungsi

Peristiwa     Dibaca : 565 kali Penulis:
Sungai Kalijompo di Jember Meluap, 92 Warga Mengungsi
FaktualNews.co/hatta
Rumah Bupati Jember Hendy Siswanto yang juga terdampak banjir.

JEMBER, FaktualNews.co – Akibat hujan intensitas tinggi di wilayah lereng gunung Argopuro, dan Gunung Pasang, tepatnya wilayah Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, sejak pukul 15.00 WIB, Sungai Kalijompo meluap hingga setinggi sekitar 2 meter, Senin (17/1/2022).

Dari data sementara TRC BPBD Jember, luapan air awal terjadi di wilayah perkebunan kalijompo sekitar pukul 17.10 WIB. Kemudian berdampak ke sejumlah pemukiman warga yang dekat dengan aliran sungai dengan ketinggian air bervariasi. Antara 10 – 70 cm.

“Dari data yang dihimpun anggota TRC di lapangan, ada tiga kecamatan terdampak. Yakni Kaliwates, Sukorambi dan Patrang. Untuk di Kaliwates ada 130 jiwa, 10 lansia, dan 1 balita terdampak. Sukorambi ada 9 rumah terendam, dan di Sukorambi Jembatan darurat dari Bambu penghubung antar desa di Dusun Kalijompo, Desa Klungkung ambruk kena terjangan air sungai,” kata petugas Pusdalops BPBD Jember Abu Ilyas, Senin (17/1/2022) malam.

“Secara total sementara, 45 KK terdampak dan rumah warga yang terendam air,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Abu, TRC BPBD Jember masih melakukan asessment. Juga membantu warga yang terdampak banjir.

“Baik itu membantu membersihkan rumah dari dampak banjir, ataupun juga menyiapkan logistik dan kebutuhan makanan untuk sementara,” bebernya.

“Juga tim masih melakukan pembersihan sisa banjir di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Kampung Ledok, Kecamatan Kaliwates. Wilayah pemukiman warga dan rumah pak bupati. Karena dilewati aliran sungai Kalijompo,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, dari asessment yang dilakukan TRC BPBD Jember. Untuk di wilayah Dusun Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Diketahui juga ada warga yang mengungsi di lapangan desa setempat.

“Ada 29 KK atau 92 Jiwa. Mereka (warga) mengungsi, karena ketakutan, trauma kejadian banjir setahun lalu. Rumahnya tidak terdampak luapan banjir,” katanya.

Namun demikian, kata Abu, TRC BPBD Jember dibantu relawan lainnya juga masih melakukan asessment di lokasi-lokasi terdampak.

“Karena dimungkinkan ada penambahan data warga terdampak. Tapi untuk banjir mulai surut, intensitas hujan juga mulai berkurang. Besok pagi infonya bupati bersama forkopimda. Akan menyisir dari hulu hingga ke hilir terkait dampak banjir,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags