FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

BRI Liga 1

Persela Imbang Lawan Persiraja, Kedua Tim Tertahan di Zona Degradasi

Bola     Dibaca : 281 kali Penulis:
Persela Imbang Lawan Persiraja, Kedua Tim Tertahan di Zona Degradasi
Persela Lamongan hanya mampu memungut satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 1 2021/2022 di Stadion Gelora Ngurah Rai Denpasar, Bali, Rabu (26/1/2022) / Foto: Instagram Persela Lamongan

LAMONGAN, FaktualNews.co – Persela Lamongan dan Persiraja Banda Aceh memperpanjang puasa kemenangan, setelah kedua tim bermain imbang dalam laga pekan 21 BRI Liga 1, dengan skor 2-2, di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (26/1/2022).

Dengan hasil itu, kedua tim yang sama-sama tertahan di zona degradasi. Keduanya berbagi poin masing-masing satu. Hanya saja Persela naik satu tingkat ke peringkat 16 klasemen BRI Liga 1, dengan koleksi 17 poin. Sedangkan Persiraja tetap di peringkat 18 dengan raihan 8 poin.

Pertandingan tadi sore bagi Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) menandakan lemahnya konsentrasi pemain di menit-menit akhir hingga kembali gagal meraih poin penuh, dan dalam 12 laga tanpa kemenangan.

Pelatih Persela, Jafri Sastra saat konferensi pers usai pertandingan mengatakan. Laga sore ini merupakan situasi yang sama ketika Persela bermain imbang melawan Persija Jakarta dan Persipura Jayapura, di mana Persela mampu unggul lebih dulu, tapi kemudian lawan menyamakan skor di dimenit akhir.

“Yang pasti hari ini kami melakukan banyak kesalahan dan hasil yang jelek adalah risiko bagi kami. Dua kali kami unggul, di babak pertama dan kami kebobolan di menit 45. Kemudian di babak kedua 5 menit mau habis, kita juga kebobolan,” kata Jafri.

Jafri menambahkan, laga kontra Persiraja hari ini menjadi laga keempat baginya sejak menukangi tim kebanggan masyarakat Kota Soto Lamongan.

Dari empat laga tersebut, strategi dan taktik racikannya belum mampu mengantarkan Persela meraih kemenangan. Yakni hanya meraih 3 hasil imbang dan sekali kalah.

Menanggapi catatan tersebut, pelatih asal Payakumbuh, Padang mengaku, masalah mental masih menjadi kendala utama atas sulitnya Persela meraih kemenangan.

“Kendalanya mental yang tertinggal, dari mulai saat persiapan. Banyak aspek pastinya yabg jadi catatan, terutama masalah persiapan, masalah materi pemain. Ini Liga 1, bukan sebuah turnamen, di mana risikonya sangat tinggi, seperti yang kita lihat sekarang,” tuturnya.

Yang pasti, Jafri mengaku dirinya datang coba untuk memperbaki, coba membenahi yang jadi kekurangan tim ini. Coba rekrut beberapa pemain. “Saya pinginnya setiap pertandingan menang, tapi memang tak semudah itu,” kata Jafri menambahkan.

Dalam laga melawan Persiraja, Persela sejatnya mampu unggul lebih dulu setelah pemain Persiraja, Muhammad Rizky Yusuf Nasution, yang berniat menghalau bola silang dari Riyatno Abiyoso, justru menjebol gawangnya sendiri pada menit 29.

Namun Persiraja berhasil menyamakan kedudukan pada menit 45+1, melalui gol yang diciptakan Akhirul Wadhan.

Memasuki babak kedua, Persela kembali unggul Valentino Telaubun pada menit 53. Namun sayang keunggulan tersebut gagal dipertahankan.

Adalah Assanur Rijal yang masuk di babak kedua, mampu membawa Laskar Rencong menyamakan kedudukan, melalui gol yang diciptakannya pada menit 86. Skor imbang 2-2 menyudahi duel dua tim penghuni zona degradasi tersebut.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono