Peristiwa

Santri Pondok Pesantren di Jember Tewas Saat Berenang di Sungai

JEMBER, FaktualNews.co – Seorang remaja yang merupakan santri putra Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Bustanul Ulum (IBU) Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Jember ditemukan tewas di pinggir sungai sekitar Kecamatan Pakusari.

Menurut Kapolsek Pakusari Iptu Hariyanto, jasad korban berinisial YM (15) warga Desa Mandigu, Desa Mumbulsari itu, ditemukan warga berjarak 1 km dari lokasi tempatnya berenang bersama teman-temannya satu pondok.

Korban tewas setelah nekat menaiki dahan pohon di pinggir sungai. Saat itu, ia bermaksud untuk melompat terjun ke sungai saat berenang.

Nahas ranting pohon tempatnya berpijak patah, saat korban akan meloncat ke sungai. Korban pun tercebur ke sungai dan terbawa arus air.

Awalnya, jasad korban yang ditemukan sempat dikabarkan korban banjir.

“Korban bukan tewas karena banjir, tapi saat itu berenang di sungai sebelah barat Ponpes IBU. Korban waktu itu, bermain (berenang, red) bersama teman-temannya. Korban santri di Ponpes IBU itu,” kata Kapolsek Pakusari Iptu Hariyanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Mapolsek.

Kejadian kecelakaan di sungai itu, kata Hariyanto, terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

“Hari ini kan libur, siang tadi main di kali (sungai) dan mandi. Kemudian naik di atas pohon di pinggir sungai mau loncat. Tapi belum loncat, dahan yang dinaikinya patah dan jatuhnya bersamaan dengan korban ke sungai itu,” ungkap Hariyanto.

“Ketinggian dahan pohon tempat korban mau melompat itu kurang lebih 7 meter. Kedalaman air sungai kurang lebih 2 meteran. Tapi bisa kurang. Gak terlalu dalam kok,” sambungnya.

Setelah jasad korban ditemukan di pinggir sungai, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pakusari.

“Untuk dilakukan visum luar mengetahui penyebab kematian korban. Yang melakukan pemeriksaan kepala puskesmas. Tapi keluarga merelakan kejadian ini sebagai musibah, dan ada surat pernyataan dari pihak keluarga. Pengasuh Ponpes juga datang karena muridnya. Tadi dibawa Ke Ponpes,” katanya.

“Korban di ponpes IBU dimandikan, disucikan, dan selanjutnya dibawa ke rumahnya. Untuk kemudian dimakamkan,” pungkasnya.