Kesehatan

Pemkab Situbondo Percepat Vaksinasi Anak, Kasus Omicron Klaster Sekolah Meningkat

SITUBONDO, FaktualNews.co – Jumlah kasus Covid-19 varian omicron melalui klaster sekolah menngkat. Pemkab Situbondo, melakukan berbagai upaya untuk mempercepat vaksinasi khusus anak usia 6 tahun hingga 11 tahun.

Kali ini, program Pemkab Situbondo melalui program gerakan masyarakat sehat (Germas), kegiatn gerai vaksinasi yang difasilitasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo. Sasarannya sebanyak  200 siswa  dan wali murid 200 orang,  serta sebanyak 26 guru.

Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan, karena sebaran Covid-19 varian omicron meluas melalui klaster sekolah, pihaknya meminta  anak- anak untuk membiasakan hidup sehat sejak kecil.

Untuk menunjang tersebut, kata Dwi, melalui program Germas ini, pihaknya meminta agar meluangkan waktu untuk berolahraga serta memakan buah buah setiap hari.

“Ya paling tidak gunakan waktu selama 20 menit untuk berolahraga,” pinta  Dwi Herman Susilo, Senin (21/2/2022).

Menurut dia, capaian vaksinasi anak di Kabupaten Situbondo sampai saat ini mencapai 41 persen untuk dosis pertama.

“Kalau dosisnya duanya masih kecil, ya sekitar 0, 2 persen,” bebernya.

Pria akrab dipanggil Dwi ini menegaskan, jika  stok vaksin untuk anak dan lansia itu masih aman.

Dikatakan, sampai saat ini stok vaksin masih aman dan tercukupi untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Situbondo.

“Isnya Allah vaksinasi cukup, intinya sebelum habis kita minta ke Propinsi,”bebernya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, pihaknya berharap dengan gerakan masyarakat sehar (Germas), bahwa masyarakat sudah mulai paham pentingnya kesehatan dalam meningkatkam hidup dan imunnya.

Sehingga, masyarakat dapat beraktifitas dengan baik serta kualitas pekerjaanya.

“Kedepan apa yang diinginkan bisa dicapai sebaik baiknya,” katanya.

Karna Suswandi menegaskan, pihaknya optimis capaiam vaksinasi anak di Situbondo akan memenuhj target yang diharapkan.

“Sampai hari ini capaian vaksinasi anak kita sudah mencapai 41 persen,” pungkasnya.