Ekonomi

Tahun Lalu Gagal Memenuhi, DLH Kota Probolinggo Kini Malah Naikkan Target PAD-nya

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Meski tahun lalu gagal memenuhi target yang dipatok, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo tahun ini justru menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) yang bakal disetor pihaknya.

Tak tanggung-tanggung, organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikepalai Rahmat Deta Antariksa ini, mematok target 2 kali lipat dari tahun lalu.

Alasan DLH berani menaikkan target, karena di tahun ini pandemi Covid-19 dimungkinkan mereda.

Hal tersebut diungkap kepala DLH, saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan komisi III DPRD setempat.

Menurutnya, target PAD 2022 dari pihaknya sebesar Rp 1 miliar, naik 100 persen dari tahun sebelumnya (2021) yang hanya Rp 500 juta.

Disebutkan, pada 2021 penghasilan atau pendapatan dari retribusi hanya terpenuhi 90,2 persen. Deta, begitu biasa disapa, berani menaikkan target hingga 2 kali lipat atau 100 persen, karena diprediksi Covid-19 berangsur mereda.

“Makanya kami berani menaikkan target. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir,” tandasnya.

Hal lain yang akan dilakukan guna menggenjot PAD yakni, memaksimalkan Tempat Wisata Studi Lingkungan (TWSL) yang di dalam areanya berisi binatang dan hiburan lainnya.

Karena menurutnya, kebun binatang mini itulah penyumbang PAD paling banyak. Meski begitu, ia tidak akan menaikkan harga tiket masuk yang sebesar Rp8 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak.

Guna menyedot pengunjung, pihaknya juga akan menambah koleksi binatang dan jam hiburan. Tentunya, hiburan yang disukai anak-anak seperti misalnya, permainan, musik dan lain-lain.

Selain itu pihaknya juga akan memaksimalkan pendapatan retribusi dari sampah, retribusi kompos, pemakaman umum dan retribusi laboratorium. “Kami optimistis target Rp 1 miliar terpenuhi,” ujarnya

Ditambahkan, target tahun 2021 tidak terpenuhi karena TWSL sepi
pengunjung, bahkan 6 bulan tutup.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Agus Riyanto mengatakan, RDP dengan DLH soal PAD sebagai bentuk evaluasi. “RDP ke depan akan membahas soal PAD. OPD harus meningkatkan PAD-nya,” katanya singkat.