FaktualNews.co

Survei Capres Parameter: Ganjar di Puncak, Puan Maharani Paling Buncit

Nasional     Dibaca : 565 kali Penulis:
Survei Capres Parameter: Ganjar di Puncak, Puan Maharani Paling Buncit
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selalu memiliki elektabilitas sebagai capres yang lebih tinggi ketimbang rekan separtainya, Puan Maharani (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

JAKARTA, FaktualNews.co – Survei calon presiden (capres) Pilpres 2024 yang digelar Parameter Politik dan Politika Research Consulting mencatat Ganjar Pranowo sebagai kandidat terfavorit.

Pada saat yang sama, rekan separtai Ganjar, yakni Puan Maharani, menempati posisi terbawah.

Survei dilakukan dengan mewawancarai 207 responden di 34 provinsi. Responden dimintai pendapat soal 11 tokoh nasional yang selama ini malang melintang di survei capres.

Pertanyaan meliputi 11 aspek, yaitu visioner, kepemimpinan politik, intelektualitas, keterampilan politik, keterampilan komunikasi politik, stabilitas emosi, gaya kepemimpinan, nasionalisme dan religiusitas, penampilan, integritas moral, serta kapabilitas.

Jawaban para tokoh dikonversi ke dalam angka menggunakan metode Skala Likerts dengan rentang 1 sampai 10.

Hasilnya, Ganjar menempati posisi pertama dengan skor 7,51. Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan skor 7,32. Sementara itu, posisi ketiga ditempati Sandiaga Salahuddin Uno dengan skor 7,2.

Nama-nama lainnya adalah Ridwan Kamil (7,14), Erick Thohir (6,88), Prabowo Subianto (6,85), Andika Perkasa (6,69), Muhaimin Iskandar (6,54), Airlangga Hartarto (6,41), Agus Harimurti Yudhoyono (6,31), dan Puan Maharani (5,8).

Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting Rio Prayogo menyoroti hasil survei Ganjar dan Puan. Dua nama itu mendapat perolehan skor mencolok meski berasal dari partai yang sama, yaitu PDIP.

Rio menilai Ganjar jauh lebih unggul karena gaya komunikasi politik dengan masyarakat. Gubernur Jawa Tengah itu dinilai bisa mengendalikan opini publik dengan manuver politik yang tepat.

“Pikiran saya, kemarin ketika kasus Wadas akan ada flop, declined dari perspektif massa ke Ganjar. Akan tetapi dengan keberanian datang ke situ, dia mendapatkan simpati,” kata Rio dalam diskusi yang digelar di Jakarta, Minggu (6/3/2022).

Rio berpendapat Puan gagal mengikuti jejak rekan separtainya itu. Puan dinilai kurang banyak berkomunikasi dengan rakyat, terutama soal isu-isu strategis sehingga elektabilitasnya jauh lebih rendah.

“Dia tidak pernah berdiri menyampaikan point of view tentang masa depan bangsa ini, misalnya, atau engagement dia terhadap berbagai isu atau mungkin atau sulit jarang dengan media,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menganggap Ganjar sudah jauh lebih matang dibanding Puan dalam persiapan menuju 2024. Ganjar telah masuk bursa capres sejak periode pertama memimpin Jawa Tengah.

Selain itu, Ganjar diuntungkan dengan persepsi publik. Dia diidentifikasi sebagai penerus Presiden Joko Widodo karena punya sejumlah kemiripan gaya politik.

“Orang lihat Ganjar sebagai suksesor Pak Jokowi dari PDIP. Lama sekali investasi politiknya yang selalu dikaitkan dengan pilpres. Anies baru muncul ketika jadi Gubernur DKI pada 2017, Puan juga belakangan karena Ganjar sudah melesat,” ujar Adi.

Dia pun berpendapat Ganjar mampu memanfaatkan popularitas dengan baik. Dengan demikian, jumlah orang yang ingin memilih Ganjar terus bertambah seiring waktu.

“Orang yang merasa kenal Ganjar, sekitar 75 persen, hampir semua suka sama Ganjar. Sementara itu, 75 persen yang kenal Puan dan Anies misalnya, ada saja yang split tidak suka,” tutur Adi.

Survei ini dilakukan pada Januari 2022. Survei dibiayai dari keuntungan konsultasi serta survei-survei Parameter Politik dan Politika Research Consulting.

Dalam survei sebelumnya yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas tertinggi. Diikuti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Elektabilitas Ganjar sebesar 19,9 persen jika pilpres digelar saat survei dilakukan pada 8-10 Februari. Kemudian, elektabilitas Prabowo 10,4 persen dan Anies 9,8 persen.

Survei dilakukan dengan melibatkan 1.268 responden yang dipilih secara acak. Metode yang dilakukan wawancara via telepon. Margin of error survei diperkirakan sekitar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah
Sumber
CNN Indonesia