FaktualNews.co

Ratusan Sopir di Nganjuk Mogok Kerja, Demo ODOL

Peristiwa     Dibaca : 895 kali Penulis:
Ratusan Sopir di Nganjuk Mogok Kerja, Demo ODOL
FaktualNews.co/Romza.
Truk yang diparkir di ruas jalan Nganjuk, karena sopirnya demo ODOL.

NGANJUK, FaktualNews.co – Ratusan sopir truk dari berbagai komunitas menggelar aksi mogok kerja di Jalan Bypass Nganjuk, Rabu (09/03/2022).

Pantuan di lokasi, ratusan sopir berada di lokasi setempat dari Pukul 09.52 WIB, hingga Pukul 12.00 WIB. Mereka memarkirkan truk di pinggir jalan.

Para sopir truk tersebut memprotes aturan Over Dimension Over Load (ODOL), supaya berpihak kepada nasib sopir.

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Nganjuk dan kepolisian setempat, berada di lokasi.

Koordinator aksi di Nganjuk, Agus Wijaya mengungkapkan, aksi mogok kerja ini adalah tindak lanjut dari aksi jilid 1 yang dianggap tak ada hasilnya.

Pihaknya bersama komunitas sopir truk di Nganjuk, menuntut Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang aturan pelanggaran truk ODOL.

“Hari ini melanjutkan jilid 1, yang kemarin tidak ada hasil. Kita ada kesepakatan, cuman tindak lanjut di lapangan tidak sesuai teori (hasil) di Surabaya,” ujar Agus Wijaya, dari Komunitas Driver Laros Banyuwangi (KDLB) Perwakilan Plat AG.

Karena hasil dari aksi Jilid 1, menurut dia, tidak ada penindakan dan penilangan di lapangan lagi. Namun, penilangan masih terjadi. Sementara dalam sosialisasi ODOL, aturanya diundur sampai Tahun 2023.

“Faktanya di lapangan ndak, sopir-sopir semua ini yang dikorbankan, tinggi ditilang, berat ditilang,” ungkapnya.

Baginya, pekerjaan sopir ini mempunyai tanggungjawab dan resiko besar saat di jalan. “Sopir selalu dikorbankan, sopir yang menanggung. Nanti ditilang, ongkosnya kurang, terus ngeluarin uang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas (Lalin) Dishub Nganjuk, Budi Legowo mengungkapkan, bahwa aksi damai itu masih bisa ditoleransi. Meskipun aksinya berada di dua titik.

Berdasarkan pantuannya, aksi mogor kerja di Nganjuk ini hampir sekitar 100 lebih. Dengan puluhan armada yang dibagi di dua titik

“Kami dari Dinas Perhubungan maupun dari kepolisian, sangat mengapresiasi kegiatan dari komunitas sopir truk di Nganjuk,” ujar Budi Legowo

“Saya kira aksi mereka masih aksi damai, yang masih bisa kami toleransi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bahwa perwakilan komunitas sopir-sopir di Nganjuk sudah menyatakan aksinya adalah damai dan untuk solidaritas. Para sopir mengeluh, karena masih terkena tilang.

Ia melanjutkan, bahwa para sopir di Nganjuk ini meminta agar tidak ada lagi penilangan. Para sopir juga akan menggelar aksi sampai adanya keputusan pemerintah pusat tentang ODOL.

“Aksi itu dalam rangka persiapan nanti untuk acara demo Nasional, yang akan dilaksanakan pada tanggal 11,” pungkasnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin