FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Air Ratusan Sumur Warga di Mojoroto Kediri Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Lingkungan Hidup     Dibaca : 458 kali Penulis:
Air Ratusan Sumur Warga di Mojoroto Kediri Diduga Tercemar Limbah Pabrik
FaktualNews.co/Moh Muajijin
Warga di Mojoroto Kediri tunjukkan bak yang airnya diduga tercemar

KEDIRI,FaktualNews.co – Ratusan warga di Lingkungan RW 06 Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri resah. Pasalnya air dari sumur yang mereka konsumsi sehari hari, berubah warna menjadi kekuningan serta mengeluarkan bau menyengat.

Diduga air sumur warga tersebut tercemar oleh limbah pabrik rokok yang dibuat uruk lahan permukiman rumah warga.

Selain mengeluarkan bau yang tidak sedap, air nampak terlihat menguning dan terdapat endapan di atas permukaan.

Salah satu warga warga RT 01 Aprilia mengaku, ia sudah tinggal sudah 28 tahun, dan air di rumah yang ditempati berubah warna menjadi kuning, selain itu juga berbau menyengat.

“Dari dulu airnya sudah berwarna kekuning-kuningan dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Namun ia dan warga lainnya terpaksa tetap mengkonsumsi air tersebut, karena memang tidak ada pilihan lain,” ujar Aprilia, warga yang airnya tercemar.

Ketua RW 06 Kelurahan Bujel Supandi mengatakan, ada sekitar 200 KK yang bermukim dan hampir semuanya tercemar limbah. Pencemaran air sumur tersebut diduga berawal dari bahan untuk menguruk tanah.

“Jadi dulu warga di sini membuat bata dan mengambil tanah dari pekarangan rumahnya masing-masing, sehingga banyak meninggalkan lubang. Dan untuk menguruk lubang tersebut, warga menggunakan limbah dari pabrik rokok yang dulu berdiri di sekitar permukiman warga,” jelas Supandi.

Supaandi menambahkan, akhir-akhir ini banyak warga yang mengeluhkan sakit perut dan mulas. Setelah dibawa ke berobat ternyata dampak dari mengonsumsi air yang tercemar.

“Setelah ada warga yang sakit perut, petugas kemudian mengambil sampel dari sumur-sumur warga, untuk dilakukan uji laboratorium,” tutup Supandi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono