FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hari Air Dunia, DSDABM Surabaya Tanam Pohon dan Tebar Benih Bandeng

Lingkungan Hidup     Dibaca : 288 kali Penulis:
Hari Air Dunia, DSDABM Surabaya Tanam Pohon dan Tebar Benih Bandeng
FaktualNews.co/Risky Didik Pramanto
Pelepasan benih ikan bandeng di Kebun Raya Mangrove Medokan Ayu peringatan Hari Air Dunia 2022

SURABAYA, FaktualNews.co – Peringatan Hari Air Dunia 2022, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya terus berupaya menjaga kelestarian air.

Di antaranya dengan menggelar penanaman pohon dan pelepasan benih ikan bandeng, di Kebun Raya Mangrove Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Rabu (30/3/2022).

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Lilik Arijanto mengatakan, penanaman pohon ini dilakukan sebagai tempat untuk menjaga dan menyimpan persediaan air.

Sedangkan, penaburan benih ikan bandeng, dilakukan sebagai upaya pelestarian ekosistem di wilayah konservatif milik Pemkot Surabaya.

“Sebanyak 600 pohon ini kami tanam di kawasan Kebun Raya Mangrove Medokan Ayu dan di sekitar wilayah Surabaya Timur. Serta, menaburkan 2.500 benih bandeng di Wisata Bozem Medokan Sawah,” kata Lilik.

Sebagai tindak lanjut, ia mengaku, DSDABM hingga saat ini terus berusaha untuk mengendalikan dan mencegah atau mengurangi resiko daya rusak air, serta meningkatkan konservasi sumber daya air.

Bahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait ketinggian permukaan air, sebagai upaya pencegahan genangan di Kota Surabaya.

“Kami terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan penanganan di Kota Surabaya. Seperti melakukan pengerukan atau normalisasi saluran,” ungkap dia.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk selalu menjaga kelestarian alam, terutama yang menyangkut dengan sumber daya air sebagai bentuk upaya atau tindakan, serta solusi dari berbagai macam permasalahan air.

“Sesuai dengan tema Peringatan Air Dunia 2022, yaitu Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan. Bahwa perubahan iklim yang terjadi, sangat signifikan terhadap keberadaan air.

Permasalahan ini tidak dapat terselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur pemerintah, tetapi butuh partisipasi langsung dari masyarakat,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono