FaktualNews.co

Kurma Asal Ampel Jadi Primadona saat Ramadan di Jombang

Ramadan     Dibaca : 394 kali Penulis:
Kurma Asal Ampel Jadi Primadona saat Ramadan di Jombang
FaktualNews.co/Diana Kusuma/
Caption : Lapak buah kurma milik Kristin di Kecamatan Diwek, Jombang./Diana Kusuma/

JOMBANG, FaktualNews.co – Momen bulan suci ramadan nampaknya menjadi berkah bagi penjual buah kurma yang kini menjadi primadona sebagai kudapan saat berbuka dan sahur. Tak heran jika penjualannya sangat meningkat, seperti di salah satu lapak kurma di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Seperti diungkapkan salah satu penjual kurma, Kristin (52) warga Kecamatan Diwek, yang berjualan di wilayah Tebuireng (depan pabrik PG Tjoekir) yang mengaku penjualan pada ramadan tahun ini menjadi ladang rezeki baginya.

“Kelihatannya ramadan tahun ini lebih ramai daripada tahun kemarin, ditandai dengan masuki hari kedua ramadan ini selain penjualan kurma lebih naik daripada hari biasanya. Tapi sekarang penjualan kurma di ramadan ini juga meningkat,” ungkapnya saat ia berjualan, Senin (4/4/2022).

Omset yang dibawa pulang saat mulai berjualan kurma, juga meningkat hingga memasuki bulan ramadan tahun ini.

“Dulu paling bisa bawa uang Rp 350 ribu, tapi saat ini menjelang dan masuk puasa ini bisa saya bawa uang Rp 800 hingga Rp 1 juta,” katanya.

Beragam jenis kurma dijajakannya, mulai dari jenis kurma biasa, dizza, sukasari, golden, hingga kurma termahal disiapkan untuk pembeli yang sengaja menyajikan buah asal Arab menemani ibadah puasanya.

“Macam-macam mulai yang biasa ada, jenis atau merk lain ada, golden ada. Masing-masing punya rasanya sendiri. Ada yang lembut manis, ada yang sedikit keras biasanya buat topping makanan. Dan yang saat ini saya bawa saat ini rasanya seperti durian itu juga ada,” jelasnya.

Kurma yang dijual Kristin mempunyai harga yang beragam, mulai dari kurma biasa ia bandrol Rp 25 ribu perkilo, kurma golden Rp 50 ribu per kilo, dan kurma super menyerupai durian dibandrolnya Rp 75 ribu per kilo.

“Tapi saya juga sediakan kurma dengan harga Rp 5 ribu atau berapapun yang diinginkan karena orang kan gak sama kemampuannya. Ada juga kadang pesan kurma ajwa ini, saya harus carikan tapi gak mudah dapatnya,” terangnya.

Selain pembeli dari Kabupaten Jombang, penggemar buah kurma milik Kristin sejak enam tahun silam ini juga diminati warga dari luar dengan mendatangi lapaknya yang setiap hari buka mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB tersebut.

“Ya Alhamdulillah punya langganan, ada yang dari Kediri, Pare biasanya kesini atau pas lewat beli. Pasti tanya mau kurma yang biasa dibeli biasanya, kadang saya juga sudah lupa yang mana, dan pasti saya bolehi untuk cicipi rasa yang dia mau,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid