FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Puluhan Calon Jamaah Haji Kota Mojoketo Beresiko Tinggi 

Kesehatan     Dibaca : 411 kali Penulis:
Puluhan Calon Jamaah Haji Kota Mojoketo Beresiko Tinggi 
FaktualNews.co/Lutfi.
Kabid Pecegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr Lily Nurlaily .

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Seiring dengan dibukanya kuota haji tahun 1443 H oleh Pemerintah Arab Saudi. Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kota Mojokerto telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kabid Pecegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr Lily Nurlaily mengatakan, ada 139 CJH dari Kota Mojokerto yang sudah datang memenuhi undangan pemeriksaan. Dari 139 hanya 130 CJH yang bisa melakukan pemeriksaan di Puskesmas setempat.

“Jadi memang ada sembilan orang yang belum datang. Ada satu orang masih berada di luar negeri. Sedangkan sisanya yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan karena belum saatnya melakukan vaksinasi meningitis. Karena pemeriksaan kesehatan ini dilakukan bersamaan dengan vaksinasi meningitis untuk CJH,” ungkap dia, Kamis (14/4/2022).

Dari hasil pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilakukan pada 24 sampai 26 Maret 2022 lalu. Ditemukan 62 orang memiliki risiko tinggi (risti) dan 77 sisanya adalah non risti.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap CJH risti terdapat bermacam variasi. Dan yang paling banyak ditemukan adalah permasalahan terkait jantung,” ujar Lily.

Pelaksanaan pemeriksaan terhadap CJH mengacu pada petunjuk teknis atau juknis yang telah ditetapkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pemeriksaannya meliputi pemeriksaan fisik dan penunjang.

Lily menjelaskan, pemeriksaan penunjang yang dilakukan para CJH adalah dengan pemeriksaan laboratorium yang akan mendeteksi penyakit yang diderita.

“Pemeriksaan laboratorium ini mendeteksi apakah CJH ada diabetes jadi kita lakukan pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan fungsi ginjal, ditambah pemeriksaan rontgen. Dan untuk CJH yang usianya lebih dari 40 tahun juga dilakukan pemeriksaan EKG atau rekam jantung,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk CJH orang yang beresiko tinggi ini akan dilakukan rujuk ke RSU memastikan kondisi kesehatannya benar-benar memungkinkan berangkat ke tanah suci.

“Dari rujukan ke RS nanti akan kita sampaikan untuk kontrol ke Puskesmas lagi. Setelah itu nanti keberangkatan ada di asrama haji juga akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang ada embarkasi,” tutup Lily.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
Tags