Kesehatan

Penyakit Pasca Lebaran Idul Fitri dan Cara Mencegahnya

JOMBANG, FaktualNews.co – Banyak penyakit yang umum menyerang pasca Lebaran Idul Fitri. Bagi yang merayakan Lebaran tentu perlu mewaspadainya. Sehingga terhindar dari masalah kesehatan yang justru mengganggu momen hari kemenangan tersebut.

Hari Raya Idulfitri 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022 sesuai ketetapan Kementerian Agama (Kemenag) Minggu (1/5/2022). Ini merupakan momen yang dinanti, terutama setelah umat Islam berpuasa satu bulan lamanya.

Akan tetapi, momen perayaan ini sering kali menimbulkan permasalahan baru bagi kesehatan.

Adanya perubahan pola makan yang drastis tentu menjadi faktor utama perkara ini. Ketika bulan Ramadan, perut umat muslim umumnya selalu kosong sekitar 12 jam karena berpuasa. Namun, Hari Raya Idul Fitri berkumandang, banyak dari mereka yang tidak mengontrol pola makan.

Hal ini kemudian yang menyebabkan munculnya berbagai gangguan pencernaan. Tidak hanya itu, penyakit jenis lainnya pun ikut bermunculan. Berikut ini beberapa penyakit pasca lebaran dan cara mencegahnya bagi umat Islam.

  1. Diare

Diare merupakan penyakit pencernaan yang kerap dialami umat Islam setelah perayaan Idul Fitri. Diare biasanya disebabkan karena bakteri dan konsumsi berlebihan makanan asam, pedas, manis, serta bersantan.

Dilansir dari laman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, cara mencegah penyakit diare yang pertama adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sehingga bakteri tidak menghinggapi makanan. Kedua, ialah menjaga pola makan dan tipe makanan yang dikonsumsi seperti asam, pedas dan bersantan.

  1. Maag

Penyakit kedua yang sering terjadi di momen Idul Fitri ialah maag. Penyakit ini dapat disebabkan karena perubahan pola makan yang signifikan, terutama mengonsumsi tipe makanan bersantan dan berbumbu pedas. Pencegahan dari maag yang paling sederhana adalah dengan mengatur pola makan.

  1. Peningkatan kadar gula darah dan kolesterol

Penyakit ketiga setelah diare dan maag yang memiliki dampak lebih lambat saat lebaran ialah peningkatan kadar gula darah dan kolestrol. Peningkatan kadar gula darah umumnya disebabkan konsumsi makanan manis secara berlebihan.

Kadar gula darah yang meningkat pesat dapat memicu risiko terkena hiperglikemia. Kondisi ini dapat dihindari dengan mengontrol asupan gula atau makanan manis.

Di sisi lain, kolesterol juga menjadi masalah serupa seperti peningkatan kadar gula darah. Penyebab hal ini adalah konsumsi makanan berlemak seperti opor ayam, sambal goreng kentang, sayur labu, dan ayam goreng, Kontrol asupan makanan menjadi faktor pencegahan sederhana bagi peningkatan kolesterol.

  1. Kondisi kesehatan tubuh menurun

Aktivitas yang padat saat momen Idul Fitri seperti berkunjung ke kerabat, tetangga, dan sebagainnya tentu menguras tenaga. Hal-hal seperti apabila tidak diperhatikan tentu dapat membuat kesehatan tubuh menurun, sehingga mudah terserang penyakit.

Oleh karena itu, di samping adanya peningkatan aktivitas selama Idul Fitri, umat Islam sebaiknya melakukan pemenuhan konsumsi makanan dan istirahat yang cukup bagi tubuh.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tips lebaran cegah PTM (Penyakit Tidak Menular) ialah menikmati hidangan beraneka ragam, namun tetap membatasi asupa gula, garam, dan lemak yang berlebihan. Di samping itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur serta jangan tergoda dengan teman yang merokok.