FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Delapan Ekor Sapi di Kabupaten Probolinggo Terserang Penyakit Mulut dan Kuku

Peternakan     Dibaca : 318 kali Penulis:
Delapan Ekor Sapi di Kabupaten Probolinggo Terserang Penyakit Mulut dan Kuku
FaktualNews.co/agus salam
Aktivitas Pasar Sapi Jrebeng Kidul Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan, sudah sampai di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Terbukti, sedikitnya 8 sapi milik warga diserang penyakit yang dimaksud.

Hanya saja 7 ekor kondisinya sudah membaik, sedang 1 ekor sisanya, masih sakit.

Novita Dwi Setyorini, Medik Veteriner Muda pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo menyebut, 8 ekor sapi milik Samsul Arifin warga Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto, diketahui terserang PMK, Minggu (08/05/22) lalu.

Sapi yang mengidap PMK itu dibeli dari Pasar Hewan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, 20 hari lalu. Namun, 5 hari kemudian terserang PMK.

Dari 9 ekor sapi yang diternak Samsul, 8 ekor yang sakit. Yakni sapi dalam satu kandang. Sedang 1 ekor yang kandangnya terpisah, tidak tertular alias tetap sehat.

“Delapan ekor kan kandangnya di luar rumah. Yang 1 ekor ditaruh dikandang dalam dapur,” jelasnya, Selasa (10/5/2022).

Ditanya, apakah di wilayahnya ada sapi yang juga yang mengidap PMK, Novita menjawab ada karena virus PMK cepat menular. Karenanya, sapi yang menderita PMK, dilarang untuk dijual. “Ya harus dikarantina atau dilockdown. Tidak boleh diperjual-belikan,” harapnya.

Selain upaya seperti itu, untuk mengantisipasi atau mencegah penularan pihaknya melakukan sosialisasi ke pemilik ternak disejumlah Desa.

Termasuk bersurat ke korwil atau korcam perihal Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penyakit Mulut dan Kuku. “Antisipasi penularan agar PMK tidak menyebar kemana-mana.

Dalam surat tertanggal 9 Mei 2022 tersebut dijelaskan, petugas diminta melakukan pengawasan kesehatan hewan pada sentra-sentra peternakan sapi, kerbau, kambing dan domba serta babi.

Melakukan pembinaan terhadap peternak dan meminta peternak untuk melaporkan ternaknya, jika mengalami gejala seperti demam tinggi, hiperslivasi dan berbusa, lepuh pada mulut dan lidah, luka pada kaki bahkan kuku lepas, tidak mau makan, pincang, gemetar, dan napas cepat.

“Ya, gejala klinis seperti itu, demam, moncong bengkak, kemerahan, hipersalivasi (liuren), kaki bengkak dan luka disekitar sela kuku, lesi pada gusi Dan lidah, muntah, anorexia.
Sisa pakan jangan diberikan ke sapi yang lain, bisa tertular,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono