FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dinkes Jombang Menduga Penyebab Keracunan Massal Akibat Bakteri Salmonella dan Salmotokus

Peristiwa     Dibaca : 131 kali Penulis:
Dinkes Jombang Menduga Penyebab Keracunan Massal Akibat Bakteri Salmonella dan Salmotokus
Kepala Bidang P2P Dinkes Jombang Haryo Purwono (tengah) di lokasi.

JOMBANG,FaktualNews.co– Kasus keracunan massal di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kabupaten Jombang, kini telah ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dengan mengambil sample makanan dalam acara yasinan di salah satu rumah warga setempat.

Pihak dinkes menduga bahwa makanan yang telah dikonsumsi oleh puluhan warga dengan menunjukkan keluhan mual, muntah, pusing, diare sejak Kamis (12/5/2022) lalu mengandung dua bakteri, jika dilihat dari gejala korban.

“Kejadian awal sampai ada gejala ini lumayan panjang, mungkin sementara bakterinya adalah salmonella dan salmotokus, keparahan paling ya hanya mual dan muntah,” ungkap Kepala Bidang P2P Dinkes Jombang,Haryo Purwono pada Sabtu (14/5/2022).

Menurut Haryo pihaknya telah mengumpulkan sample berupa telur yang dimasak dalam acara yasinan, dan juga bekas muntahan korban yang akan dilakukan uji lab.

“Kita yang ada hanya sampel dari telur yang masih mentah dan muntahan, semoga muntahan ini bisa kami periksa dan semoga ada obatnya,” jelasnya.

Haryo menambahkan jika berdasarkan data yang ia terima, saat ini masih tersisa belasan korban akibat keracunan massal yang menjalani perawatan intensif di sejumlah faskes, dan lainnya menjalani rawat jalan.

“Data yang kami terima yang rawat jalan sekitar 35 orang, rawat inap di puskesmas kesamben 9 orang posisi sudah baikan, kemudian yang 3 ada di rumah sakit sakinah Mojokerto,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa belasan hingga puluhan warga yang mengikuti acara yasinan dan mendapatkan makanan nasi kotak ini mengeluh pusing, mual, muntah, diare setelah menyantap buah tangan tersebut pada Rabu (11/5/2022) malam.

Namun menjelang esok harinya pada Kamis (12/5/2022) hingga Jumat (13/5/2022) secara bergantian korban yang sakit dengan keluhan yang sama bertambah,dan belasan korban harus menjalani perawatan intensif akibat keracunan massal tersebut.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris