Advertorial

Serap Aspirasi, Kades Menampu Jember Ajak Warga Ngopi Bareng

JEMBER, FaktualNews.co – Bertujuan untuk lebih dekat dengan warga dan lebih terbuka dalam serap aspirasi.
Kepala Desa (Kades) Menampu A’an Rofi’i mengajak warganya rapat di halaman rumah warga.

Berlokasi di halaman seluas kurang lebih 15 meter persegi itu, kata A’an, dan dikemas dalam konsep rapat terbuka. Menurut A’an lebih menciptakan keakraban antar warga juga dapat menumbuhkan keterbukaan.

“Ini konsepnya ngopi bareng gitu, dengan mengajak dan mengundang 30 orang warga dari perwakilan empat dusun di wilayah desa kami. Dari Dusun Kedunglengkong, Dusun Krajan, Dusun Pulorejo dan Dusun Kapitan,” kata A’an saat dikonfirmasi disela kegiatan di Dusun Kapitan, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Jember, Sabtu (14/5/2022) malam.

Dari rapat yang dikemas dalam konsep ngopi bareng itu, kata A’an, membahas persoalan warga. Mulai dari pelayanan di kantor desa, ataupun persoalan lain soal pengurusan dokumen.

“Di sini kita mengobrol santai, terbuka, dan ada sesi tanya jawab. Membahas bagaimana mutu pelayanan. Juga membahas, soal permasalahan pajak bumi dan bangunan maupun cara untuk membuat surat surat penting seperti halnya surat keterangan tidak mampu (SKTM),” ungkapnya.

“Kami mendengar ada banyak keluh kesah dari warga. Sehingga lewat giat ini, dikemas santai. Maka bisa tersampaikan dengan baik, dan juga agar masyarakat bisa mengevaluasi kinerja kami sebagai pemerintahan desa. Apapun itu,” sambungnya.

Kata A’an kegiatan serupa akan terus dilakukan, layaknya seperti yang dilakukan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dalam giat J-HUR (Jember Hadir Untuk Rakyat).

“Nantinya kita akan keliling, ke setiap dusun yang ada di desa kami. Tujuannya untuk turun langsung ke warga. Kenapa dipilih malam hari dan malam minggu, karena menurut kami waktunya santai, warga juga tidak sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Jadi lebih nyaman ngobrolnya,” ucap A’an.

Menanggapi kegiatan ngopi bareng dan santai, yang diinisiasi Kades Menampu dan perangkat desa. Menurut salah seorang warga Novan, dinilai suatu tindakan yang menarik dan inovatif.

“Karena kalau selama ini kan hanya bertemu di kantor desa, waktu terbatas dan warga banyak yang bingung bagaimana harus melengkapi syarat untuk pengurusan dokumen apapun itu,” kata Novan.

“Adanya kegiatan ngopi bareng, menjadi tambahan informasi yang nanti getuk tular ke masyarakat di bawah. Jadi saat di Kantor Desa tidak kebingungan lagi saat pengurusan dokumen,” imbuhnya.