FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Waspadalah, Sering Ngantuk di Pagi Hari Gejala Diabetes

Kesehatan     Dibaca : 220 kali Penulis:
Waspadalah, Sering Ngantuk di Pagi Hari Gejala Diabetes
FaktualNews.co/Istimewa.
Ilustrasi.

SURABAYA, FaktualNews.co – Mengantuk di pagi hari cenderung dialami sebagian besar masyarakat dan kerap menghambat aktivitas. Namun, perlu diwaspadai apabila rasa kantuk terjadi terlalu sering lantaran diabetes bisa mengintai. Apa kaitannya?

Rasa kantuk yang terjadi sesekali, masih dianggap wajar, apalagi jika aktivitas yang dijalani cukup pada pada malam sebelumnya. Tetapi, bila rasa kantuk terjadi berlarut-larut saat pagi hari, khususnya pada usia lanjut, mungkin perlu diwaspadai sebagai gejala diabetes.

“Itu (ngantuk) salah satu penyebab tersering pada orang yang beranjak usia lanjut, salah satunya gejala kencing manis. Ngantuk ini artinya ada gangguan oksigen atau gangguan cairan ke otak,” ujar dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan Sp.PD, KEMD, FINASIM, dalam acara Hidup Sehat TvOne, Senin (25/10/2021) lalu.

Menurut dokter Tri, penyebab kantuk ini bisa dialami oleh 15-25 persen orang dewasa. Dijelaskan lebih lanjut, tanda diabetes ini juga bisa dilihat saat kantuk disertai gejala lain seperti terbangun terus di malam hari akibat sering buang air kecil.

“Kencing manis, biasanya malemnya sering bangun karena sering pipis, paginya akhirnya ngantuk, kurang semangat, vitalitasnya, kualitas berpikir, kurang. Jadi akhirnya kerja berantakan. Ngantuknya ini disertai dengan gejala lain misal kalau malem sering kencing,” imbuhnya.

Dokter Tri menjelaskan, rasa kantuk yang dialami oleh usia muda, kemungkinannya mengidap diabetes masih sangat kecil. Terlebih jika gaya hidup seseorang cenderung tidur larut malam dan minum atau makan berlebihan sebelum waktu tidur.

“Bisa juga akibat lifestyle, itu biasanya enggak nunggu usia tua. Orang yang tidur terlalu larut, begadang nonton drakor, itu nggak liat usia. Kalau baru muncul di usia tertentu waspadai kaitannya dengan penyakit tadi itu (diabetes),” ujarnya.

Untuk itu, dokter Tri menganjurkan agar usia lanjut mulai 40 tahun, bisa rutin evaluasi medis ke dokter. Kuncinya, jika merasa durasi tidur sudah cukup di usia lanjut namun masih terasa kantuk sebaiknya waspada diabetes mengintai.

“Kalau udah usia 40an, sering ngantuk, harus cek up. Nanti dokternya akan evaluasi medis termasuk lab. Faktor-faktor yang kontribusi terhadap gampangnya mengantuk karena ini bahaya. Bagi pekerja tertentu ini bahaya. Jadi betul-betul kalau ngantuk berlebihan sementara tidur cukup, tolong evaluasi,” ujarnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
Sumber
viva.co.id