FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kasus Pembacokan di Jember, Korban Luka Parah Diduga Salah Sasaran

Peristiwa     Dibaca : 353 kali Penulis:
Kasus Pembacokan di Jember, Korban Luka Parah Diduga Salah Sasaran
FaktualNews.co/hatta
Kedua pelaku pembacokan saat diamankan di Mapolres Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Kasus pembacokan di Jalan Angggrek Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, depan Cafe Marijo, Rabu (25/5/2022) malam, yang menyebabkan Sunarto (41) luka parah, diduga kuat karena salah sasaran.

Hal ini berdasarkan pemeriksaan sementara polisi terhadap dua pelaku yang diringkus Tim Kalong Satreskrim Polres Jember, setelah sebelumnya sempat kabur, Kamis (26/5/2022).

Pelaku masing-masing bernama Guntur Edika Pratama (25) warga Perum Sumbersari Permai 1, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari; dan Edo Febriansyah (26) warga Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegal besar, Kecamatan Kaliwates.

“Untuk terduga pelaku dua orang itu, Alhamdulillah kurang dari 24 jam berhasil kami ringkus, di sekitar wilayah hutan, kalau tidak salah namanya Perkebunan Durjo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hardiyan Wiratama di Mapolres, Kamis (26/5/2022).

Terkait motif sementara dari kejadian pembacokan tersebut, lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Pacitan ini, diawali dari percekcokan antara kedua pelaku dengan pengaman angklung di sekitar simpang empat SMPN 2 Jember.

“Sebelum kejadian pembacokan, dua pelaku ini adalah pengamen badut di sekitar Simpang Empat SMPN 2 Jember. Mereka berselisih paham dengan pengamen angklung yang biasa mangkal di lokasi yang sama,” ungkapnya.

“Nah saat cekcok, diduga karena perebutan wilayah tempat ngamen, pelaku ini melihat pengamen angklung mengeluarkan senjata tajam. Akhirnya kedua pelaku pulang dengan maksud mengambil senjata tajam sebilah pedang itu,” ujarnya.

Saat kembali ke lokasi, kata Dika, kedua pelaku mencari pengamen angklung itu, yang sudah tidak ada di sekitar simpang empat SMPN 2 Jember.

“Saat sedang mencari pengamen angklung itu, di sekitar lokasi kejadian, korban yang diketahui mengalami stres menurut keterangan saksi, berpapasan dengan kedua pelaku. Korban tiba-tiba marah kepada kedua pelaku saat itu, dan terjadi percekcokan,” ulasnya.

“Karena emosi saat itu, kedua pelaku sedang mencari pengamen angklung, kemarahannya ditujukan kepada korban. Dari percekcokan itu, salah satu pelaku menyabetkan sajam (senjata tajam) pedang ke tubuh korban, pada bagian kepala, leher, punggung, dan tangan,” sambungnya menjelaskan.

Korban pun berusaha melawan, lanjutnya, lari ke seberang jalan mengambil balok kayu dari lokasi bangunan yang berada di seberang jalan.

“Kedua pelaku kabur dengan naik motor Honda Beat. Sementara korban berlari ke arah utara sampai kemudian ambruk di depan pintu masuk parkir Stasiun Jember, yang selanjutnya dibawa ke rumah sakit itu,” katanya.

Menurut Dika, apa yang dialami korban adalah karena salah sasaran. “Jadi korban salah sasaran pelaku. Sampai harus mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Namun demikian, lanjutnya, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

“Karena kami masih mendalami keterangan dari kedua pelaku, dan juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lainnya di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Korban sendiri, yang berdasarkan KTP berlamat di Jalan Letjen Panjaitan XII, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari itu harus mendapat perawatan di RSUD dr Soebandi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono