FaktualNews.co

BSM Tulungagung Bermasalah, Komisi A Berencana Merubah Sistem Menjadi Cash Money

Pendidikan     Dibaca : 540 kali Penulis:
BSM Tulungagung Bermasalah, Komisi A Berencana Merubah Sistem Menjadi Cash Money
FaktualNews.co/Hamam.
Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Gunawan.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Komisi A DPRD Tulungagung, menilai realisasi program bantuan siswa miskin (BSM) masih banyak masalah. Seperti penerima dobel, uang belum sepenuhnya tersampaikan ke siswa, hingga distribusi yang molor.

Karena itu, Komisi A berencana akan merubah regulasi realisasi BSM menjadi cash money. Demikian ini agar siswa bisa langsung membelikan barang sesuai kebutuhan sekolahnya.

Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Gunawan mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan, ternyata masih ditemukan nama-nama siswa yang dobel dalam program BSM.

Bahkan yang seharunya siswa kelas 7 mendapatkan Rp 750 Ribu, ternyata masih terdapat siswa kelas 7 yang hanya mendapatkan Rp 250 Ribu.

“Kami akan terus mendesak agar Dispendikpora dan Koperasi yang ditunjuk bisa segera menyelesaikan permasalahan ini. Khusunya terkait keterlambatan distribusi barang kebutuhan siswa,” tuturnya.

Gunawan menjelaskan, jika dibandingkan dengan sistem BSM pada tahun-tahun sebelumnya. Ternyata penggunaan sistem koperasi serta penyedia barang, terdapat banyak masalah. Artinya dalam realisasi program BSM tahun ini masih banyak kekurangan.

“Kami berencana, untuk realisasi program BSM selanjutnya akan merubah sistem menjadi cash money. Dimana siswa akan langsung mendapatkan uang dan bebas membalikan kebutuhan sekolahnya. Tentunya dengan pengawasan yang ketat,” jelasnya.

Terkait dengan sistem penunjukan CV secara langsung tanpa proses lelang, Gunawan mengungkapkan bahwa untuk anggaran BSM itu mencapai Rp 18 miliar lebih. Memang berdasakan Perbub diperbolehkan untuk langsung menunjuk CV. Karena uang tersebut diberikan kepada siswa, dan siswa membelikan barag kebetuhan sekolah ke koperasi.

“Jadi bisa tidak menggunakan sistem lelang, karena uang itu tidak diberikan kepada penyedia. Melainkan uang itu diberikan kepada siswa melalui bank penyalur,” paparnya.

Oleh karena itu, Gunawan berama dengan Komisi A DPRD Tulungagung, akan rutin melakukan sidak ke sekolah-sekolah. Karena sampai saat ini program BSM masih berjalan belum kondusif di Tulungagung.

“Tentu kami akan terus lakukan sidak, untuk memastikan program BSM bisa berjalan sebaik mungkin. Kekurangan yang ditemukan akan menjadi bahan untuk menyusun regulasi baru BSM,” pungkasnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin