Kriminal

Awas! Pasangan Gendam Bermodus Pesan Minuman Pakai Bahasa Asing Bekeliaran di Jombang

JOMBANG, FaktualNews.co – Viral di media sosial, pasangan (pria dan wanita) diduga melakukan gendam di sebuah kafe di Jalan Juanda Jombang, bermodus berpura-pura pesan minuman memakai logat bahasa asing terekam kamera pengintai atau CCTV (Close Circuit Television).

Informasi yang dihimpun, tersebut terjadi pada 13 Juni 2022 malam. Usai berpura-pura pesan, pelaku melancarkan aksinya dengan meminta kasir menunjukkan seri uang yang tersimpan dalam mesin penyimpan uang.

Setelah kasir dirasa terlihat kebingungan, pelaku mengambil sejumlah uang dan kemudian meninggalkan tempat.

“Jadi 2 orang itu dateng emang posisi juga gak ada antrean.
Posisi di kasir ada cewek satu orang. Laki-lakinya langsung posisi di samping kasir dan yang cewek di depan kasir, minta pesen hot tea dengan logat bahasa Inggris, kasir jawab gak ada pakai bahasa Inggris juga,” kata salah satu pengelola kafe tersebut, Andana Rachmat, Jumat (17/6/2022).

Kemudian, ia melanjutkan kronologi kejadian sampai pelaku akhirnya meninggalkan kafe tersebut dengan berjalan kaki.

“Dia minta tuker uang dengan seri A, kasir buka laci dan orangnya mengambil uang seratusan sambil nomer seri dan nunjukkin ke kasir. Terus kedua kalinya ngambil uang 50-an, lihat dan nunjukin ke kasir nomer seri,” tambahnya.

“Di saat karyawan lain mendatangi kasir yang berkomunikasi dengan pelaku, keduanya lantas jalan cepat dan keluar,” ujarnya.

Meski sejumlah uang telah raib oleh kedua pelaku, pihak kafe tidak melaporkan ini kepada pihak berwajib dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran.

“Uang yang diambil tidak perlu disebut, kami juga tidak membuat laporan ke polisi, karena bagi kami cukup untuk dijadikan pengalaman agar tetap waspada,” jelasnya.

Selain di kafe tersebut, kedua pelaku juga melancarkan aksinya dan sempat terekam kembali dalam sebuah video CCTV, yang diduga melakukan gendam di sebuah toko skincare atau aksesoris di Jombang.

“Kabarnya juga begitu, ada ke toko lain. Ciri dan baju yang dipakai pelaku sama,” pungkasnya.