FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Peduli Kelestarian Hutan, Komisi IV DPR RI Salurkan Bantuan Usaha untuk Pokmas di Kabupaten Kediri

Parlemen     Dibaca : 81 kali Penulis:
Peduli Kelestarian Hutan, Komisi IV DPR RI Salurkan Bantuan Usaha untuk Pokmas di Kabupaten Kediri
FaktualNews.co/Moh Muajijin/
Komisi IV DPR RI serahkan bantuan kepada Pokmas Desa Hutan, Sabtu (18/6/2022).

KEDIRI, FaktualNews.co – Guna mendukung pelestarian kawasan hutan di Kabupaten Kediri, sejumlah kelompok masyarakat (Pokmas) desa hutan di Buffer Zone Cagar Alam Alas Simpenan di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri menerima bantuan usaha ekonomi produktif dari Komisi IV DPR RI.

Bantuan ini disalurkan untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wana Asri di Desa Satak, Kecamatan Puncu senilai Rp 35 juta. Di tempat serupa, juga disalurkan bantuan yang sama untuk Pokmas Joyo Sedulur di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, sebesar Rp 35 juta Rupiah, serta didistribusikan pula bantuan dari Perum Perhutani kepada Yayasan Masyarakat Ficus Indonesia di Kediri sebesar Rp 20 juta berwujud peralatan persemaian, tanaman, dan pemeliharaan.

Pada penyerahan bantuan ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini optimis bahwa bantuan usaha ini, mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di kawasan hutan. Pihaknya meyakini, dengan bantuan ini warga setempat bisa memiliki sumber penghasilan lebih.

“Masyarakat desa yang ada di kawasan hutan tidak hanya dapat menanam Pohon Sengon, tapi dapat mengoptimalkan lahan hutan sebagai area penanaman lain. Seperti jagung, buah pepaya, hingga menanam cabai rawit,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini, Sabtu (18/6/2022).

Turut hadir di Buffer Zone Cagar Alam Desa Manggis, Kabupaten Kediri
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sekaligus PLT Dirjen KSDAE, Bambang Hendroyono.

“Program Pemberdayaan Masyarakat kini menjadi fokus pemerintah, termasuk bagi mereka yang berada di kawasan hutan. Hal itu kami tingkatkan melalui peningkatan ekonomi di daerah, misalnya melalui pelatihan seperti sekarang ini,” katanya.

Ke depan, Bambang berharap, Kawasan konservasi dan hutan lindung tetap menjadi sistem penyangga kehidupan manusia, sebab hal ini tertuang pada UU 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Hal paling penting sekarang tidak adanya penebangan hutan. Khususnya di Jawa Timur yang terdiri dari 26 cagar alam, 3 suaka margasatwa, 3 taman wisata alam, 4 Taman Nasional dan 1 taman hutan raya,” katanya.

Diketahui, sebagai bentuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap alam tampak pembagian sejumlah tanaman Ficus yang diserahkan anggota Pramuka Saka Wana Bhakti kepada para tamu undangan dan peserta yang hadir di lokasi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul