FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Nagih Utang, Pria di Situbondo Justru Dikeroyok hingga Masuk Puskesmas

Peristiwa     Dibaca : 122 kali Penulis:
Nagih Utang, Pria di Situbondo Justru Dikeroyok hingga Masuk Puskesmas
FaktualNews.co/fatur
Ilustrasi pengeroyokan

SITUBONDO, FaktualNews.co – Jum Armiyanti (43), laki-laki warga Dusun Nyamplong, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputi, Situbondo menjadi korban pengeroyokan empat orang tetangga, yang juga merupakan satu keluarga.

Penyebab ppengeroyokan, korban menagih utang kepada salah satu terduga penggeroyok.

Akibat pengeroyokan itu, korban sempat tidak sadarkan diri, dengan kondisi seluruh wajah korban babak belur. Selain itu, kepala korban benjol akibat dipukul kayu.

Saat ini, kasus penganiayaan dan pengeroyokan tersebut dilaporkan ke Mapolsek Banyuputih, Situbondo.

Empat orang terlapor penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban yang merupakan satu keluarga. Masing-masing adalah Subhan, Sanito dan Khasim serta Saleh.

Kejadian berawal saat korban menagih utang kepala salah seorang terlapor, nominal Rp10 juta lebih. Saat itu, istri Saleh mengaku tidak punya uang sehingga belum bisa membayar utang. Menanggapi itu, korban meminta agar motor terlapor dijadikan jaminan.

Mendapat usulan itu, istri Saleh mencakar leher korban, sehingga secara spontan korban menangkisnya sehingga istri Saleh terjatuh.

Mengetahui istrinya terjatuh, Saleh dan tiga keluarganya sehingga korban sempat tak sadarkan diri dan wajahnya babak belur.

“Saya baru ingat menjadi korban pengeroyokan setelah dibawa ke Puskesmas Banyuputih. Saat kejadian saya sedang nagih utang sebesar Rp10 juta lebih. Kejadiannya pada Sabtu (18/6/2022) lalu,” kata Jum, Senin (20/6/2022).

Kapolsek Banyuputih, Situbondo AKP Heru Purwanto mengatakan, untuk mendalami kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut, penyidik akan memeriksa empat terlapor, untuk mengetahui perannya masing-masing.

“Jika terbukti, para terlapor bisa dijerat dengan pasal 352 KUHP, tentang penganiyaan berat,” kata AKP Heru Purwanto.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono