FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tersangka Pembacokan di Pacar Keling Surabaya Diancam 10 Tahun Bui: Saya Menyesal

Kriminal     Dibaca : 179 kali Penulis:
Tersangka Pembacokan di Pacar Keling Surabaya Diancam 10 Tahun Bui: Saya Menyesal
FaktualNews.co/Risky Didik Pramanto
Kapolsek Tambaksari Kompol Akhyar didampingi Wakapolsek dan Kanitreskrim saat merilis tersangka pembacokan yang terjadi pada Jumat (17/6/2022) lalu

SURABAYA, FaktualNews.co – Pelaku pembacokan yang terjadi pada Jumat (17/6/2022) lalu, yang terjadi di Jalan Pacar Keling Surabaya akhirnya diringkus polisi. Pelaku adalah IR (21) warga Jalan Indrakila.

Saat dirilis Polsek Tambaksari Surabaya. Raut wajah tersangka pembacokan penuh penyesalan. Tersangka dijerat Pasal 170 Juncto 351 KUHP Junto Pasal 2 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951, tentang kepemilikan senjata tajam (sajam).

Atas pasal tersebut, tersangka terancam hukuman maksimal sepuluh tahun penjara.

“Pasal yang kami sangkakan yakni 170 junto 351 tentang penganiayaan dan Pasal 2 ayat 1 tentang kepemilikan sajam,” kata Kapolsek Tambaksari Kompol Muhammad Akhyar, Senin (20/6/2022) siang.

Sementara itu, tersangka mengaku sangat menyesal dengan perbuatannya. Selain tak bisa bertemu dengan istri dan anaknya, ia juga harus menjadi penghuni jeruji besi.

“Saya menyesal pak,” kata IR saat press release di Mapolsek Tambaksari.

IR mengakui, celurit dengan panjang lebih dari satu meter itu ia beli di salah satu desa di Madura. Ia mendapatkan celurit itu dengan harga Rp 400 ribu.

“Punya saya pak beli di Madura pak Rp 400 ribu,” imbuh pria pengangguran itu.

IR mengaku, celurit miliknya itu digunakan untuk jaga-jaga saat malam tahun baru. Sebab, banyak kelompok luar kampungnya yang kerap membuat keributan. “Buat jaga-jaga saja. Banyak geng yang bikin rusuh di kampung saya,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, anggota tim Antibandit Polsek Tambaksari meringkus satu pelaku pembacokan di Jalan Pacar Keling. Tersangka berinisial ER (21), warga Jalan Indrakila. ER diamankan berikut barang bukti sebilah senjata tajam (sajam) jenis celurit.

Dalam press release, polisi mengungkap kronologi dan motif pembacokan itu. Aksi tersebut bermula dari kesalah pahaman dua belah pihak yang bersenggolan motor hingga berujung aksi adu mulut pada Jumat (17/6/2022) lalu.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono