FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Harga Kebutuhan Pokok di Blitar Melambung, Tertinggi Cabai Rawit dan Bawang Merah

Ekonomi     Dibaca : 201 kali Penulis:
Harga Kebutuhan Pokok di Blitar Melambung, Tertinggi Cabai Rawit dan Bawang Merah
FaktualNews.co/Dwi Hariyadi.
Lapak pedagang bawang merah di pasar tradisional Blitar.

BLITAR, FaktualNews.co – Jelang Hari Raya Idul Adha,  harga kebutuhan pokok di Blitar melambung tinggi. Terlihat dari pantaun di pasar tradisional Wlingi, Kabupaten Blitar.

Kenaikan kebutuhan pokok tersebut, meliputi cabai rawit kini Rp 90 ribu sampai Rp100 ribu perkilogram. Bawang merah Rp50 ribu sampai Rp60 ribu perkilogram. Sementara daging ayam Rp34 ribu sampai Rp36  ribu perkilogram dan daging sapi Rp125 ribu sampai Rp130 ribu perkilogramnya.

Namun kenaikan yang siknifikan yaitu cabai rawit. Harga cabai rawit saat ini di pasaran Kabupaten Blitar rata-rata Rp90 ribu sampai Rp100 ribu perkilogram. Semula hanya dikisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu perkilogram.

Salah satu pedagang Pasar Wlingi, Dodik mengaku, kenaikan sejumlah kebutuhan pokok tersebut sekitar sepekan terakhir. Namun yang cepat naik harga cabai rawit.

“Cabai rawit minggu minggu lalu hanya Rp50 ribu, namun tiap hari naik. Sekarang Rp90 sampai Rp100 ribu perkilogramnya,” kata Dodik Selasa (21/6/2022).

Lebih lanjut Dodik menambahkan, tidak hanya cabai rawit. Namun bawang merah juga naik. Semula harga Rp 30 ribu perkilo, kini menjadi Rp 50 ribu sampai Rp 60  ribu perkilogram.

“Rata-rata semua kebutuhan pokok naik berlahan. Kenaikan tersebut dampak dari pasokan yang berkurang,” ujarnya.

Sementara, Junaidi pedagang daging mengaku, naiknya harga daging sapi tersebut akibat pasar hewan dilakukan penutupan karena wabah PMK. Namun kenaikan harga daging sapi tersebut tidak menentu.

“Ya saat ini, harganya Rp125 ribu sampai Rp130 ribu  perkilo. Harga ini sewaktu-waktu juga bisa turun naik, sebab pasokan sapi juga berkurang,” ungkapnya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut, juga dirasakan dikalangan konsumen, seperti Wahyuning. Dia mengaku dampak kenaikan sejumlah kebutuhan pokok tersebut, kini dia harus membagi uang belanjanya.

“Ya kita harus bisa atur uang belanjanya. Sebab jika kita beli salah satu juga tidak cukup uangnya, karena semua naik sangat tinggi,” tadasnya.

Perlu diketahui, kenaikan kebutuhan pokok tersebut, disebabkan akibat cuaca buruk. Misalnya seperti tanaman cabai dan bawang merah, banyak petani gagal panen akibat curah hujan tinggi.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin