FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Ini Dugaan Penyebabnya

Dua Karyawan Pabrik Pengolahan Limbah Mojokerto Tewas Dalam Tangki Truk Fuso

Peristiwa     Dibaca : 128 kali Penulis:
Dua Karyawan Pabrik Pengolahan Limbah Mojokerto Tewas Dalam Tangki Truk Fuso
FaktualNews.co/Istimewa.
Petugas melakukan olah TKP  lokasi Empat karyawan PT Hijau Alam Nusantara (HAN) di Desa Manduro Manggung Gajah, Ngoro, Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Dua karyawan PT Hijau Alam Nusantara (HAN), Ngoro, Mojokerto tewas saat membersihkan tangki truk Fuso nopol L 9634 UK berisi sisa limbah cair.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, dugaan sementara penyebabnya kedua korban tewas akibat sesak napas saat membersihkan tangki tersebut.  Pada saat bekerja para korban diduga tidak menggunakan peralatan safety saat membersihkan truk tangki berisi sisa-sisa limbah cair

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar menyampaikan, Kejadian ini berawal saat sejumlah karyawan perusahaan pengolahan limbah itu membersihkan tangki truk tesebut secara bergantian. Tangki besar truk ini berisi sisa-sisa limbah cair.

“Karyawan PT HAN membersihkan tangki itu bergantian. Satu orang yang membersihkan terpeleset di dalam tangki saat masuk, dia pingsan,” katanya pada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Kala itu, ada tiga karyawan secara bergiliran membersihkan tangki. Yakni,  Muhamad Rizal Said (27), warga Desa Manduro Manggung Gajah, Johari (37), warga Desa Sumberejo, Pandaan, Pasuruan, serta Mahdi yang belum diketahui identitas lengkapnya.

Kemudian Rizal tiba-tiba saja terpeleset hingga terjatuh ke dalam tangki saat akan keluar untuk beristirahat. Melihat rekan kerjanya terjatuh, Mahdi dan Bambang Arif Purwanto (40), warga Desa Kalidawir, Tanggulangin, Sidoarjo berusaha menolong.

Sedangkan Jauhari berteriak meminta pertolongan dari rekan kerjanya yang lain. Sehingga Avatar Febian Ardiansyah dan Feri Heri Purwanto (37), warga Desa Kenongomulyo, Nguntoronadi, Magetan ikut memberikan bantuan.

“Korban yang pingsan duluan (Rizal) sudah bisa dinaikkan ke atas (keluar dari tangki), tapi tiga temannya yang menolong justru masih di dalam tangki,” ungkap Apip.

Tiga karyawan PT HAN yang saat itu masih di dalam tangki yaitu Avatar, Bambang dan Feri. Ketiganya tak sadarkan diri di dalam tangki karena mengalami sesak napas.

Mereka langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan setelah berhasil diangkat dari dalam tangki oleh karyawan PT HAN lainnya. Begitu juga dengan Rizal yang saat itu pingsan.

Nyawa Avatar dan Bambang tidak tertolong. Keduanya menghembuska nafas terakhirnya pada malam itu juga.

Sedangkan Rizal dan Feri yang selamat dirujuk ke RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto untuk menjalani perawatan intensif.

“Korban meninggal dua orang justru yang saat itu berusaha menolong temannya. Kemungkinan meninggalnya karena sesak napas kekurangan oksigen,” ungkap Apip.

Pasca kejadian petugas dari Polsek Ngoro, Satreskrim Polres Mojokerto, dan Inafis Polres Mojokerto bergerak cepat mendatangi lokasi peristiwa di Pabrik Pengolah limbah yang berada di Desa Manduro Manggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Petugas langsung memasang garis polisi di lokasi tersebut dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga telah mengambil keterangan dari para pekerja sebagai saksi yang melihat kejadian tersebut dan pihak perusahaan.

“Kami sudah melakukan olah TKP, tapi kami belum bisa memastikan sisa limbah cair ini jenisnya dan kandungannya apa. Sampel sudah kami ambil untuk kami periksa,” terangnya

Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengikuti proses penganan insiden kecelakaan kerja yang menimpa empat pekerja PT HAN.

Atas kejadian ini, Apip mengimbau kepada masyarakat maupun para pengusaha meningkatkan keamanan dalam bekerja agar insiden serupa tidak terulang. Terlebih, para pekerja harus lebih berhati-hati dan menyiapkan peralatan safety ditempat-tempat yang beresiko tinggi.

“Masyarakat kami imbau lebih berhati-hati, safety supaya lebih ditingkatkan,” pungkasnya.

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin