FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Gegara Bleyer Motor, 2 Kelompok Siswa SMKN 1 Suboh Situbondo Tawuran

Peristiwa     Dibaca : 55 kali Penulis:
Gegara Bleyer Motor, 2 Kelompok Siswa SMKN 1 Suboh Situbondo Tawuran
FaktualNews.co/fatur
Suasana tawuran antar kelompok siswa SMK Negeri Suboh di jalur pantura Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Diduga hanya gegara bleyer gas motor menggunakan knalpot brong, dua kelompok siswa pada SMK Negeri 1 Suboh, Kabupaten Situbondo tawuran. Parahnya mereka masih mengenakan seragam sekolahnya.

Tawuran dua kelompok siswa satu sekolah tersebut terjadi di Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di depan pintu gerbang sekolah SMK Negeri 1 Suboh, Situbondo.

Praktis, aksi tawuran dua kelompok siswa SMK Negeri 1 Suboh, Situbondo itu, menjadi perhatian para pengendara kendaraan bermotor, yang melintas di Jalur Pantura Situbondo.

Dua kelompok siswa itu membubarkan diri, setelah petugas Polsek Suboh datang ke lokasi kejadian.

Wakasek Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Suboh, Situbondo Muntaha mengatakan, untuk mengantisipasi tawuran lanjutan, BK SMK Negeri 1 Suboh langsung memanggil para siswa yang terlibat tawuran tersebut.

“Bahkan, dalam proses media tersebut, guru BK juga memanggil para orang tua siswa yang terlibat tawuran tersebut,”kata Muntaha, Jumat (24/6/2022).

Menurut dia, dalam mediasi yang juga dihadiri Muspika Suboh, seperti Kapolsek Suboh, Danramil Suboh, Situbondo, kedua kelompok siswa yang terlibat tawuran sepakat untuk berdamai.

“Bahkan, dengan saksian para orang tuanya, pihak sekolah SMK dan Muspika Suboh, mereka sepakat berdamai, mereka juga menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,”ujar Muntaha.

Sementara itu, Kapolsek Suboh, Situbondo Iptu Subaidi mengatakan, karena tawuran antara kelompok pelajar itu, akibat bleyer motor dengan menggunakan knalpot brong.

“Oleh karena itu, saya menghimbau kepada para wali siswa, untuk melarang anaknya menggunakan knalpot brong, mengingat knalpot brong bising dan memekakan telinga,”imbaunya.

Menurutnya, agar kasus tawuran antar kelompok pelajar tidak terulang lagi, pihaknya juga meminta kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan.

“Kami juga meminta kepada para siswa yang terlibat tawuran, agar patuh dan mengikuti nasehat serta arahan dari orang tua dan gurunya,”pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono