FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tiga Partai di Mojokerto Kumpul, Koalisi Indonesia Bersatu Berpeluang ke Pilbup 2024

Politik     Dibaca : 174 kali Penulis:
Tiga Partai di Mojokerto Kumpul, Koalisi Indonesia Bersatu Berpeluang ke Pilbup 2024
FaktualNews.co/Lutfi.
Ketua DPD Partai Golkar Winajat, Ketua DPD PAN M Santoso dan Ketua DPC PPP Arif Winarko tanda tangan dalam acara silahturahmi Koalisi Indonesia Bersatu. 

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Tiga partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu di Kabupaten Mojokerto, menggelar pertemuan pertama di Aula XOW Resto Food Society and Culture, Selasa (28/6/2022).

Tiga partai ini terdiri dari Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pertemuan ini dihadiri ketua masing-masing parpol. Mereka adalah Ketua DPD Partai Golkar, Winajat, Ketua DPD PAN, M Santoso dan Ketua DPC PPP, Arif Winarko beserta para pengurus partai.

Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto, M Santoso mengatakan, agenda ini merupakan tindak lanjut dari instruksi bersama DPP tiga parpol tersebut. Sedangkan koalisi ini dibangun sebagai persiapan menghadapi Pilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Pada ksempatan ini kita memprioritaskan menindaklanjuti perintah DPP. Orientasi kami ini yang utama menuju pilpres 2024,” katanya pada sejumlah wartawan.

Namun, dalam agenda pertemuan tersebut belum pembahasan pengalangan nama capres dan cawapres Pilpres 2024. Mereka bersepakat akan mensosialiasikan program-program kerja bersama kepada jajaran pengurus sampai tingkat ranting.

“Kita bersepakat programnya nanti kita sosialisasikan sampai ke pengurus tingkat  ranting. Fraksi di DPRD juga, Semuanya, apa kata pusat kita tegak lurus,” jelas Santoso.

Senada dengan Santoso, Ketua DPD Golkar, Winajat menyatakan KIB sudah menjadi amanah dari pusat. Amanah tersebut harus dijalankan masing-masing daerah, termasuk di Kabupaten Mojokerto.

Ia menyakini, koalisi KIB tak akan goyah hingga kontestasi Pilpres 2024 nanti. Bahkan bisa jadi akan berlanjut pada tahapan Pilkada juga.

“Kami dengan wadah KIB ini menjalin silahturahmi, semakin mendekati agenda 2024 juga akan semakin solid, bisa juga berrgabung lagi dalam agenda-agenda daerah,” jelasnya.

Meski dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto 2019 lalu, PAN mengusung calon Bupati Mojokerto yang berbeda, Winajat menegaskan tidak akan berpengaruh pada tingkat soliditas tiga parpol KIB.

Ditambah, masing-masing pastai memiliki target memperoleh 10 kursi legislatif dalam perhelatan pesta demokrasi pada 2024 mendatang. Ketika digabung, maka terkumpul 30 kursi. Saat ini, PAN memperoleh 2 kursi, Golkar 6 kursi, dan PPP 6 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto.

“Kita masing-masing menargetkan 10 kursi. Kalau memang nanti bisa mengumpulkan 30 kursi  kita bisa berkumpul bersama. Tentunya kalau ditindak lanjuti dalam agenda pilkada, kita akan memperoleh 50 persen suara,” ungkap Winajat.

Dalam setiap kontestasi politik, lanjut Winajat, tidak dapat dipungkuri rawan terjadi gesekan antar partai. Akan tetapi, gesekan yang terjadi tidak separah pada saat Pemilu 2019. Sehingga dengan adanya koalisi KIB ini ia berharap potensi gesakan bisa diredam. Masing-masing partai bisa mencari basis massa dan simpul perjuangan.

“Gesekan pasti ada, pastinya kita mencari basis masing-masing dan simpul-simpul untuk mengoptimalkan itu. Gesekan pasti ada, tapi tidak agak lebih keras dari pemilu sebelumnya,” terangnya.

Sementara Ketua DPC PPP, Arif Winarko menambahkan, KIB dibentuk untuk mengamankan kebijakan pengurus pusat dalam rangka pilpres 2024. Namun menurutnya, tak menutup kemungkinan komunikasi selanjutnya akan terjadi termasuk mendiskusikan tentang Pilbub atau Pilkada 2024 Mojokerto

“Apakah nanti dilanjut dengan Pilkada? Tidak menutup kemungkinan ada kearah sana. Kalau memang kebijakan pusat mensyaratkan kami harus semacam itu, ya kami akan mengamankan kebijkan dari DPP kami masing-masing. Kami tidak mau berandai-andai dulu, kami menunggu hasil kontestasi 2024 dan perintah DPP,” terangnya.

Disinggung terkait capres-cawapres yang bakal diusung KIB dalam Pilpres 2024, Arif mengaku belum mengetahui keputusan DPP.

“Belum, saya yakin pusat punya parameter. Pusat punya acuan yang layak dan mampu menyampaikan visi dan misinya kepada rakyat, saya yakin DPP akan merekomemdasikan, siapapun itu,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin